Home » Berita » BPPP Ambon Melatih Perikanan Berkelanjutan di Raja Ampat

BPPP Ambon Melatih Perikanan Berkelanjutan di Raja Ampat

Tanggal 26 Agustus 2013, tepatnya di ruangan pertemuan KKPD Raja Ampat, di Waisai, berlangsung pelatihan Konservasi Perikanan Berkelanjutan yang diselenggarakan oleh Balai Pendidikan dan Pelatihan Perikanan (BPPP Ambon). Peserta pelatihan merupakan masyarakat nelayan yang berasal dari beberapa daerah di Raja Ampat. Pelatihan berlangsung dari tanggal 26 sampai 31 Agustus 2013.penyampaian materi dan diskusi

Dalam pelatihan ini masyarakat nelayan Raja Ampat yang menjadi peserta diberikan berbagai materi tentang konservasi untuk sustainable fisheries. Pelatih adalah para tenaga fungsional widyaiswara dan instruktur konservasi dari BPPP Ambon yakni Polly Christian, Rosaline Sopaheluwakan dan Agussalim. Pada pelatihan ini juga hadir pejabat struktural dari Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Raja Ampat, Syafri, yang menjadi narasumber pelatihan.

Raja Ampat yang dikenal banyak orang di dunia sebagai ‘The lost heaven in the world’ karena keindahan alamnya yang terdiri dari gunung-gunung karst di tengah laut (wayag) dan keindahan bawah lautnya dengan berbagai biota yang sangat menarik dan jumlahnya langka di dunia, seperti pari manta dan penyu hijau, serta keindahan terumbu karangnya yang menjadi salah satu icon the coral triangle, sudah selayaknya mendapat perhatian berbagai stakeholder yang berkepentingan. Untuk tujuan pelestarian kekayaan alam itu, BPPP Ambon mengambil bagian dengan membangun kapasitas SDM Raja Ampat khususnya nelayan agar mengetahui tentang konsep dan metode pengelolaan perikanan agar tetap lestari atau berkelanjutan.

upload 4

Dalam pelatihan ini peserta dilatih bagaimana mengidentifikasi aktivitas yang merusak lingkungan perairan, baik kegiatan di pesisir maupun di laut. Peserta juga dilatih memodivikasi alat tangkap yang mereka gunakan, agar menjadi lebih ramah lingkungan. Peserta juga dilatih bagaimana membuat bioreftek yang berbahan batok kelapa yang bertujuan menjadi rumah ikan, sebagai tempat tumbuhnya bibit-bibit karang baru dan akan menjadi tempat ikan-ikan mencari makan, yang akan meningkatkan kelimpahan stok di perairan Raja Ampat. Selanjutnya tentu saja hal ini akan berdampak pada peningkatan pendapatan masyarakat nelayan baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang.

 

Raja Ampat yang memiliki potensi wisata pantai dan bawah laut sangat bergantung padaPraktek pembuatan Bioreftek pengelolaan perikanannya. Adalah merupakan rangakaian mata rantai antara wisata dengan perikanan di Raja Ampat. Kerusakan sumberdaya hayati berupa biota-biota laut yang disebabkan oleh pengelolaan perikanan yang merusak seperti pengeboman, potasium, trawl dan beberapa aktivitas perikanan yang merusak lainnya, secara otomatis akan berpengaruh terhadap ketertarikan pengunjung. sehingga diharapkan dengan pelatihan konservasi oleh BPPP Ambon ini akan meningkatkan kompetensi masyarakat untuk menerapkan konsep perikanan berkelanjutan. Hal ini bisa diterapkan di daerah lainnya.

Agussalim

 

Baca Juga

Tolak Gratfikasi Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1445 Hijriyah/2024 M

Salam super sahabat #minamania pada tahu gak sih bahwa gratifikasi pada umumnya masih belum dipahami …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *