Home » Berita » Pelatihan Konservasi Bagi Masyarakat Maluku Tengah di BPPP Ambon

Pelatihan Konservasi Bagi Masyarakat Maluku Tengah di BPPP Ambon

Presentase PesertaKesan yang ‘luar biasa’ dirasakan oleh para peserta Pelatihan Konservasi atas pelayanan yang diberikan oleh BPPP Ambon, baik pelayanan berupa akomodasi asrama, pelayanan di ruang makan, pelayanan di kelas, maupun pelayanan yang diberikan oleh para pelatih Pelatihan Konservasi BPPP Ambon. Hal ini disampaikan oleh perwakilan peserta Pelatihan Konservasi, Junaidi Mewar, Selasa 25 Nopember 2014, saat penutupan pelatihan Konservasi berlangsung. Mewakili peserta Junaidi juga berharap ada pelatihan lanjutan nantinya mengingat konservasi ini ternyata sangat penting untuk kelestarian lingkungan perairan di Maluku Tengah khususnya ke depan.

Menyambut pernyataan dan harapan peserta, Kepala BPPP Ambon pada kesempatan yang sama menyatakan bahwa konservasi adalah hal yang sanagt penting saat ini mengingat kebutuhan ikan di dunia semakin meningkat seiring dengan meningkatnya jumlah penduduk. Menurut Kepala BPPP Ambon, Mathius Tiku, konservasi penting agar siklus hidup ikan dapat berjalan dengan baik dan mata rantai makanan di lingkungan perairan tidak terganggu. Menurutnya, ikan butuh bertelur, membesarkan anaknya, dan untuk hal itu ikan-ikan tersebut butuh perlindungan. Mathius Tiku juga menyampaikan bahwa saat ini terdapat aturan penangkapan ikan tuna di bawah 35 kg tidak boleh ditangkap. Selanjutnya Kepala Balai menyampaikan harapan bahwa teknologi penangkapan ikan di Indonesia dan Maluku khususnya ke depan akan semakin canggih dengan tetap mengedepankan aspek sustainability (keberlanjutan) dan keramahan lingkungan.

Membuat BioreeftekPada Pelatihan Konservasi (Perikanan Berkelanjutan) yang dilaksanakan di Kampus BPPP Ambon ini, peserta dilatih tentang zonasi, penegakan aturan, dan bagaimana merancang perangkat pengelolaan perikanan berkelanjutan. Masyarakat juga dilatih merancang alat perikanan yang ramah lingkungan, serta dilatih mengidentifikasi berbagai kegiatan yang memiliki dampak terhadap perikanan baik kegiatan dari perikanan maupun kegiatan non perikanan. Masyarakat juga dilatih mengidentifikasi pergeseran base line pada perikanan di daerah mereka. Pada pertengahan kegiatan pelatihan, peserta dilatih membuat bioreeftek untuk merehabilitasi karang yang rusak di daerah perairan masyarakat. Bioreeftek merupakan teknologi sederhana yang terbuat dari batok kelapa yang diletakkan pada blok beton berukuran kecil dengan ketebalan sekitar 12 cm. Bioreeftek mudah diduplikasi oleh masyarakat karena mudah membuatnya dan membutuhkan biaya yang tidak besar. Menurut Agussalim, pelatih yang melatih pada pelatihan ini, bioreeftek mudah diduplikasi oleh masyarakat dan sangat efektif untuk merehabilitasi kerusakan karang karena batok kelapa merupakan substrat yang bagus untuk menempelnya planula atau bibit karang yang akan tumbuh menjadi karang karang baru dalam hitungan waktu sekitar satu tahun lebih saja.

Bersih PantaiPada pelatihan konservasi kali ini para peserta membuat beberapa paket bioreeftek, sebagian diletakkan di perairan Teluk Ambon, tepatnya di dekat Lantamal Halong, dan sebagian lagi dibawa pulang oleh peserta untuk diletakkan pada daerah perairan masing-masing yakni di lima desa yaitu Waai, Morela, Hitu Messing, Hitu Lama, Wakal dan Hila. Para peserta sangat antusias melakukan aktivitas praktek membuat bireeftek dan menurunkan bioreeftek pada perairan. Untuk memudahkan peserta meletakkan bioreeftek di daerahnya masing-masing, para peserta ditunjukkan posisi yang tepat untuk peletakan bioreetek dan cara peletakan yang benar di dekat karang serta peserta diberi kaca mata selam untuk mereka bawa pulang. Harapan besar atas pelatihan ini adalah terpeliharanya keutuhan ekologis lingkungan perairan di desa asal peserta, serta keberlanjutan ekonomi dan keutuhan sosial budaya masyarakat mereka.

Baca Juga

Tolak Gratfikasi Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1445 Hijriyah/2024 M

Salam super sahabat #minamania pada tahu gak sih bahwa gratifikasi pada umumnya masih belum dipahami …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *