Home » Berita » Pelatihan untuk Pulau Terluar Indonesia Bagian Timur

Pelatihan untuk Pulau Terluar Indonesia Bagian Timur

Menurunkan Bioreeftek
Meletakkan bioreeftek pada karang yang rusak

Saumlaki merupakan salah satu dari beberapa wilayah terluar Indonesia dan merupakan pintu gerbang dan bagian terdepan Indonesia di bagian timur yang berhadapan dengan Darwin Australia. Sebagai bagian strategis dari wilayah kerja BPPP Ambon, maka Saumlaki menadapat alokasi beberapa pelatihan pada bulan Februari ini yakni Pelatihan Konservasi dan Pelatihan Penangkapan Ikan dengan Huhate. Dua jenis pelatihan tersebut berlangsung dari tanggal 18 sampai 23 Februari 2016 di dua lokasi berbeda di Saumlaki.

Pelatihan Konservasi mengetangahkan materi-materi dasar konservasi dan strategi pengelolaan perikanan berkelanjutan. Pelatihan Penangkapan menyajikan berbagai materi seputar keterampilan penangkapan ikan dengan menggunakan huhate atau pole and line dengan target tangkapan utama berupa ikan pelagis seperti cakalang, tongkol dan tuna. Pelatihan ini masing-masing diikuti oleh 30 orang peserta yang merupakan nelayan dan masyarakat pesisir Saumlaki.

Praktek pembuatan bioreeftekPada kegiatan Pelatihan Konservasi, peserta dibekali dengan kapasitas pengelolaan sumberdaya perikanan agar berkelanjutan. Peserta juga dilatih membuat media tumbuh karang berupa bioreeftek dan menurunkannya di perairan Olilit, Saumlaki. Peserta juga mengidentifikasi pergeseran base line sumberdaya yang telah terjadi di Saumlaki dan berbagai kegiatan yang berdampak terhadap pergeseran tersebut baik kegiatan dengan tujuan perikanan maupun tujuan non perikanan. Melalui metode FGD (Focus Group Discussion) diketahui bahwa di Saumlaki telah terjadi overfishing biologi, ekosistem dan overfishing ekosistem. Overfishing ekonomi ditandai dengan semakin besarnya biaya yang dikeluarkan nelayan untuk operasi penangkapan tetapi memperoleh hasil yang semakin berkurang dari waktu ke waktu, disebabkan oleh pergeseran jarak fishing ground atau daerah penangkapan ikan.

Foto saat praktek
Saat selesai membuat bioreeftek

Pada akhir kegiatan, pelatihan konservasi mendapat kunjungan dari Kepala BPPP Ambon dan PLT Kepala Dinas KP Kabupaten Maluku Tenggara Barat yang sekaligus menutup secara resmi kegiatan pelatihan. Kepala Dinas KP MTB menyampaikan terim kasih yang dalam atas perhatian BPPP Ambon terhadap pengembangan SDM di Saumlaki selaku daerah terluar, terdepan dan tertinggal di kawasan timur Indonesia. Pada kesempatan yang sama Kepala BPPP Ambon, Mathius Tiku juga menyampaikan bahwa pengembangan SDM harus semakin gencar dilaksanakan mengingat saat ini sudah memasuki era MEA dan kita tidak ingin masyarakat menjadi penonton di daerah sendiri, sehingga harus memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan pasar tenaga kerja kelautan dan perikanan saat ini.

Baca Juga

Tolak Gratfikasi Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1445 Hijriyah/2024 M

Salam super sahabat #minamania pada tahu gak sih bahwa gratifikasi pada umumnya masih belum dipahami …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *