Home » Berita » MENDUKUNG PROGRAM ALAT PENANGKAPAN IKAN RAMAH LINGKUNGAN, BPPP AMBON MENYELENGGARAKAN PELATIHAN PEMBUATAN DAN PENGOPERASIAN ALAT TANGKAP BUBU
Praktek pengoperasian bubu

MENDUKUNG PROGRAM ALAT PENANGKAPAN IKAN RAMAH LINGKUNGAN, BPPP AMBON MENYELENGGARAKAN PELATIHAN PEMBUATAN DAN PENGOPERASIAN ALAT TANGKAP BUBU

Praktek pengoperasian bubu

Dalam rangka mewujudkan visi Kementerian Kelautan dan Perikanan yaitu mewujudkan sektor kelautan dan perikanan yang mandiri, maju kuat dan berbasis kepentingan nasional dengan 3 (tiga) pilar misi Kementerian Kelautan dan Perikanan yaitu (1) Kedaulatan, (2) Keberlanjutan dan (3) Kesejahteraan maka pengembangan sumberdaya manusia kelautan dan perikanan menjadi hal yang sangat fundamental agar visi dan misi tersebut terwujud. Salah satu elemen pendukung yang penting dalam pelaksanaan 3 (tiga) misi tersebut diatas adalah penggunaan alat penangkapan ikan yang ramah lingkungan untuk usaha penangkapan ikan yang lestari dan berkelanjutan.

Salah satu alat penangkapan ikan yang ramah lingkungan adalah bubu (traps). Bubu adalah jenis alat penangkapan ikan bersifat pasif berbentuk kurungan yang dioperasikan dengan metoda menjebak ikan untuk masuk ke dalamnya dan tidak bisa keluar, ikan yang tertangkap masih dalam kondisi hidup sehingga apabila ikan yang tertangkap masih berukuran dibawah ukuran tangkapnya bisa dilepaskan kembali ke laut atau dengan penambahan pintu keluar dengan ukuran tertentu agar ikan yang belum memasuki ukuran tangkap dapat meloloskan diri. Program pengunaan alat penangkapan ikan yang ramah lingkungan sangat penting untuk mewujudkan perikanan yang berkelanjutan maka untuk mendukung program tersebut Balai Pelatihan dan Penyuluhan Perikanan Ambon (BPPP) menyelenggarakan Pelatihan Pembuatan dan Pengoperasian Alat Tangkap Bubu bagi nelayan dari berbagai lokasi di wilayah kerja Balai.

Pelatihan Pembuatan dan Pengoperasian Alat Tangkap Bubu diselenggarakan pada tanggal 19 sampai dengan 24 Februari 2018 bertempat di Balai Pelatihan dan Penyuluhan Perikanan Ambon. Peserta berjumlah 30 (tiga puluh) orang nelayan yang berasal dari Kabupaten Seram Bagian Barat sebanyak 6 (enam) orang, Kabupaten Maluku Tengah sebanyak 11 (sebelas) orang, Kabupaten Maluku Tenggara sebanyak 2 (dua) orang, Kota Tual sebanyak 2 (dua) orang, Kabupaten Buru Selatan 2 (dua) orang, Kabupaten Buru 3 (tiga) orang dan Kota Ambon sebanyak 4 (empat) orang. Acara dibuka pada tanggal 19 Februari 2018 oleh Kepala Pusat Pelatihan dan Penyuluhan Kelautan dan Perikanan yaitu bapak Drs. Mulyoto M.M.

Kepala Pusat Pelatihan dan Penyuluhan KP Drs. Mulyoto, MM didamping Kepala BPPP Praatma Prihadi, A.Pi, MM menyerahkan perlengkapan peserta pelatihan pada acara pembukaan pelatihan

Pada kegiatan pelatihan ini juga Kepala Pusat Pelatihan dan Penyuluhan Kelautan dan Perikanan memberikan materi umum Kebijakan Pengembangan SDM Kelautan dan Perikanan. Materi inti yang diberikan kepada peserta adalah Merakit Bubu, Melakukan Perawatan dan Perbaikan Bubu, Menerapkan Keselamatan Kerja di Laut, Mengoperasikan Alat Navigasi Kapal Perikanan serta Manajemen Usaha Penangkapan Ikan. Para peserta pelatihan diberikan materi merakit bubu untuk berbagai tujuan penangkapan diantaranya : bubu ikan, bubu lobster dan bubu rajungan yang memiliki selektivitas tinggi terhadap hasil tangkapan.

Praktek pembuatan rangka bubu

Antusiasme peserta tercermin pada saat pelaksanaan kegiatan berlatih dan melatih yang mana para peserta banyak memberikan umpan balik sehingga pelatih dan peserta membuat bubu yang dapat disesuaikan dengan lokasi dan tujuan penangkapan ikan para peserta.

Praktek merangkai webbing pada rangka bubu

 

Para peserta pelatihan merasa sangat puas atas keikutsertaan mereka pada kegiatan pelatihan ini. Bagi yang biasa menggunakan bubu mendapatkan pengetahuan dan keterampilan perakitan bubu yang jenis lainnya diluar yang biasa mereka operasikan sehari-hari. Sedangkan peserta pelatihan yang tidak terbiasa menggunakan bubu, setelah mengikuti pelatihan ini membawa sebuah visi untuk menjadikan bubu sebagai alat penangkapan alternative pada saat mereka tidak bisa mengoperasikan alat penangkapan yang biasa mereka gunakan dikarenakan pola musim penangkapan atau cuaca yang tidak mendukung.

Ditulis oleh : Indra Cahya (Instruktur Penangkapan Ikan pada BPPP Ambon)

Baca Juga

Tolak Gratfikasi Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1445 Hijriyah/2024 M

Salam super sahabat #minamania pada tahu gak sih bahwa gratifikasi pada umumnya masih belum dipahami …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *