Home » Berita » Pelatihan Penanganan Ikan di BPPP Ambon, Kapuslatluh: Diharapkan Mempertahankan Peningkatan Volume Ekspor Ikan dari Maluku

Pelatihan Penanganan Ikan di BPPP Ambon, Kapuslatluh: Diharapkan Mempertahankan Peningkatan Volume Ekspor Ikan dari Maluku

 
Kamis 25 Februari 2021, Kepala Pusat pelatihan dan Penyuluhan Kelautan dan Perikanan, Dr. Lilly Aprilia Pregiwati, S.Pi, M.Si, kembali membuka secara resmi kegiatan pelatihan di BPPP Ambon, yakni Pelatihan Penanganan Ikan di Atas Kapal. Lilly menyampaikan bahwa pelatihan ini bisa membantu meningkatkan pengetahuan dan keterampilan nelayan dalam penanganan ikan. Harapan kami pelatihan ini merupakan hal yang sangat penting dan dibutuhkan oleh nelayan dalam kegiatannya sehari-hari, agar ikan yang ditangkap memiliki nilai jual yang sangat tinggi. Pelatihan ini juga sejalan dengan Maluku Lumbung Ikan Nasional (LIN). Menurut Lilly, mutu atau kualitas ikan yang baik tidak dimulai dari industri tetapi dimulai dari Bapak nelayan sekalian, baik untuk pasar lokal, apalagi untuk ekspor. Data tahun 2020 menunjukkan adanya peningkatan volume ekspor dari Maluku, baik dari komoditas tuna maupun ikan lainnya. Hal ini tentu atas konstribusi nelayan Maluku. Dan untuk memastikan ekspor tetap berkelanjutan maka ikan-ikan harus ditangani dengan baik. Jika ini bisa terjadi maka aka memberikan feetback kepada nelayan.
Selanjutnya Lilly juga menyampaikan bahwa kelautan dan perikanan merupakan sektor andalan memajukan ekonomi nasional. Dan di masa pandemi, sektor ini tidak terlalu terpengaruh, meskipun awalnya cukup terpengaruh tetapi kemudian saat ini sudah bisa melewati. Ambon dan Maluku merupakan wilayah kepulauan yang strategis, saya harapkan potensi perikanan bisa dimanfaatkan dengan baik. Kami dari pemerintah pusat tidak bisa sendiri, kita harus berkolaborasi dengan pemerintah daerah. Lilly juga sedikit menyinggung tentang penanganan ikan. Menurutnya, banyak faktor yang mempengaruhi kesegaran dan penurunan mutu ikan, sehingga nilai jualnya rendah. Contoh orang Jepang makan ikan tuna segar dengan penanganan yang baik. Menurutnya, jika kita bisa menjual ikan dengan kualitas bagus maka harganya bisa tinggi. Mudah-mudahan apa yang kita lakukan hari ini membuat nelayan tahu cara menangani ikan dengan baik dan bisa ditularkan keluarga, tetangga, sesama nelayan, sehingga manfaat pelatihan bisa dirasakan banyak orang, tutup Lilly.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala BPPP Ambon, Abubakar, S.St.Pi, M.Si, menyampaikan laporan bahwa peserta pelatihan sejumlah 90 orang berasal dari 3 kabupaten/kota di Maluku yakni Kota Tual, Maluku Tengah dan Kepulauan Aru. Pelatihan ini akan berlangsung secara daring selama dua hari dari tanggal 25-26 Februari 2021. Pelatihan penanganan merupakan upaya mendukung program prioritas KKP dan mendukung Program Maluku Lumbung Ikan Nasional. Secara garis besar perikanan tangkap terdiri atas penangkapan penanganan dan pemasaran. Tahap awal penanganan ikan dimulai dari atas kapal yang merupakan titik kritis bagi nelayan, dan sangat menentukan kualitas produk yang sampai pada konsumen dan juga nilai jual pada pasar. Abubakar juga menyampaikan garis besar materi yang kan diterima oleh peserta antara lain penanganan ikan demersal, penanganan ikan tuna, penanganan ikan pelagis besar dan pelagis kecil serta analisa usaha penangkapan ikan. Para peserta dalam mengikuti pelatihan didampingi oleh para penyuluh pendamping, terang Abubakar.

Baca Juga

Tolak Gratfikasi Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1445 Hijriyah/2024 M

Salam super sahabat #minamania pada tahu gak sih bahwa gratifikasi pada umumnya masih belum dipahami …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *