Home » Berita » Smart Fisheries Village (SFV) Untuk Desa Poka – Kota Ambon

Smart Fisheries Village (SFV) Untuk Desa Poka – Kota Ambon

Jumat, 17 Februari 2023, bertempat di ruang Aula Balai Pelatihan dan Penyuluhan Perikanan (BPPP) Ambon dilaksanakan kegiatan Focus Group Discussion (FGD) untuk membahas terkait Pengembangan Desa Poka – Kota Ambon sebagai Desa Perikanan Cerdas atau Smart Fisheries Village. Kegiatan dihadiri oleh peserta dari SKPD terkait lingkup Provinsi Maluku dan Kota Ambon, UPT Kementerian kelautan dan Perikanan di Kota Ambon, perwakilan dari BUMN di Kota Ambon, Balai Pelatihan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa, Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Ambon, Polsek dan Camat Teluk Ambon serta Desa Poka serta Bumdes. Hadir membuka kegiatan FGD secara daring Kepala Pusat Pelatihan dan Penyuluhan KP, dalam sambutannya beliau menyampaikan bahwa Kementerian Kelautan dan Perikanan berkomitmen untuk mendukung implementasi ekonomi biru dalam mengelola sumber daya kelautan dan perikanan di Indonesia.  Ekonomi biru akan menjamin pembangunan yang dijalankan seimbang antara pertumbuhan ekonomi dan keberlanjutan secara ekologi dan sosial.

Implementasi ekonomi biru di Indonesia dilakukan melalui 5 (lima) program terobosan KKP, yaitu memperluas kawasan konservasi perairan, menjaga keberlanjutan sumberdaya ikan melalui penangkapan ikan terukur berbasis kuota, pengembangan budidaya perikanan berkelanjutan,  pengelolaan  ruang laut, pesisir dan pulau-pulau kecil serta Gerakan ”Bulan Cinta Laut”. Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan memiliki peran strategis dalam rangka mensukseskan program prioritas Kementerian Kelautan dan Perikanan melalui penyiapan SDM unggul, maju, dinamis, dan bertalenta global.  Dua program unggulan BRSDMKP untuk mendukung program prioritas kementerian kelautan dan perikanan berupa VOGA (Vocational Goes to Actor) dan  SMART Fisheries Village (SFV).  VOGA (Vocational Goes to Actors) sebagai implementasi Perpres Nomor 68 Tahun 2022 tetang Revitalisasi Pendidikan Vokasi dan Pelatihan Vokasi dan PP Nomor 57 Tahun 2022 terkait Penyelenggaraan Perguruan Tinggi oleh Kementerian Lain dan Lembaga Pemerintah Nonkementerian antara lain di bidang Pendidikan kampus utama Politeknik AUP dengan kuota penerimaan 100% bagi Anak Pelaku Utama (APU).  Untuk pelatihan dan penyuluhan yaitu melakukan Pelatihan Vokasi dan Pendampingan kepada masyarakat KP pada lokasi-lokasi pengembangan program prioritas KKP, yaitu Kampung Perikanan Budidaya, Kampung Nelayan Maju, serta pelabuhan-pelabuhan yang menjadi prioritas dalam penerapan Penangkapan Ikan Terukur. Sehingga VOGA merupakan kolaborasi tiga fungsi BRSDM, yaitu pendidikan, pelatihan dan penyuluhan untuk mendukung transformasi pendidikan dan pelatihan vokasi  yang berbasis kompetensi. Dalam pengembangan VOGA, SMART Fisheries Village (SFV) memegang peranan penting sebagai muara wahana Teaching Factory (TEFA) pendidikan dan lokasi pelatihan serta percontohan penyuluhan. SFV merupakan konsep pembangunan desa perikanan yang berbasis penerapan teknologi informasi komunikasi dan manajemen tepat guna berkelanjutan untuk meningkatkan ekonomi masyarakat.  Pengembangan SFV menganut 3 konsep yaitu (1) circular economy yaitu penggunaan sumberdaya secara berkelanjutan dan (2) pengembangan ekonomi berbasis digital melalui pelatihan talenta dan UKM kelautan dan perikanan serta (3) mendorong mekanisme kerjasama dengan skema kemitraan atau Public Private Partnership. Ketiga konsep tersebut akan dielaborasi dalam bisnis proses SFV agar program ini bisa berjalan lebih optimal.  Program SMART Fisheries Village bertujuan untuk menggali dan mengembangkan potensi desa serta unit pelaksana teknis Kementerian Kelautan dan Perikanan agar menjadi desa yang lebih maju modern dan berkelanjutan.  Kriteria lokasi SMART Fisheries Village mencakup 5 (lima) indikator yang merupakan akronim dari SMART yaitu Sustainable, Moderrnization, Acceleration, Regeneration dan Technology.  Program SMART Fiesheries Village ini mengusung prinsip berkelanjutan, modernisasi, akselerasi dan teknologi, sebagai berikut :

  • Sustainable: prinsip berkelanjutan yang memenuhi 3 aspek yaitu keberlanjutan, lingkungan, sosial dan ekonomi
  • Modernization: meliputi modernisasi sarana dan prasarana budidaya, melakukan pencatatan secara komputasi, terobosan pemasaran dan melakukan riset sederhana.
  • Acceleration: merupakan percepatan dalam pemecahan masalah dan perumusan alternatif solusi yang dilakukan pada tahap pra poduksi, produksi dan pasca produksi.
  • Regenaration: merupakan proses terjadinya transfer pengetahuan dan ketrampilan serta regenerasi pengelola unit usaha yang terlihat dari lahirnya pembudidaya baru dengan komposisi usia prokduktif dibawah 40 tahun.
  • Technology: merupakan pemanfaatan teknologi informasi komunikasi dalam pengelolaan unit usaha baik pemanfaatan apliaksi digital dalam aspek teknis maupun aspek manajerial.

Seluruh UPT BRSDM-KP memiliki variability, memiliki asset lahan yang cukup bervareasi, oleh sebab itu di tahun 2023 ini BRSDM-KP telah menentukan       18 lokasi pengembangan SMART Fisheries Village yang salah satunya berlokasi di Desa Poka, Kota Ambon, Provinsi Maluku dengan kegiatan unggulan budidaya ikan kuwe sistem keramba jaring apung (KJA) dan budidaya lobster 3 fase (pendederan metode apartemen, Penggelendongan metode kolam terpal dan pembesaran metode KJA). SMART Fisheries Village akan mengubah wajah kampung perikanan menjadi lebih berdaya saing, dimana kegiatan ekonomi di dalamnya menjadi lebih beragam, seperti adanya spot-spot wisata bahari hingga produksi produk-produk UMKM, yang akan mempercepat perputaran ekonomi, membuka peluang usaha dan lapangan pekerjaan, dan berujung pada peningkatan taraf ekonomi masyarakat desa. Selain mengandalkan sumber daya internal yang salah satunya adalah para penyuluh perikanan, Kementerian Kelautan dan Perikanan melalui     BRSDM-KP juga menggandeng kementerian lembaga, pemerintah daerah, BUMN, LPMUKP, industri teknologi dan telekomunikasi serta akademisi, karena inovasi SMART Fisheries Village diciptakan untuk membangun kolaborasi yang baik antara berbagai pihak terkait menjadi satu kesatuan, yang tentunya dapat melahirkan inkubasi bisnis UMKM modern berbasis teknologi informasi. KKP melalui BRSDM-KP, menyampikan terima kasih kepada Pemerintah Kota Ambon maupun pemerintah Provinsi Maluku dan semua stakeholder yang telah bersedia membangun sinergitas sebagai langkah awal komitmen kita bersama untuk membangun Desa Poka – Kota Ambon sebagai Desa Perikanan Cerdas / SMART Fisheries Village.

Para peserta FGD yang hadir turut memberikan berbagai saran dan masukan serta dukungan dalam rangka sinergitas untuk bisa mewujudkan program SMART Fisheries Village di Desa Poka – Kota Ambon mulai dari tahun 2023, misalnya dukungan dari Kepala Balai Pelatihan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa, Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Ambon yang hadir secara langsung menyampaikan bahwa siap mendukung program tersebut dengan mengawal pemberdayaan Bumdes di Desa Poka mulai dari 2023 sampai tahun 2025 serta dukungan dari berbagai SKPD Kota Ambon dan Provinsi Maluku serta UPT KKP yang ada di Kota Ambon.

Setelah dilaksanakan FGD dilanjutkan dengan peninjauan ke fasilitas pendederan, penggelondongan dan pembesaran lobster dan juga ke Gerai Ikan Marthafons serta di akhiri dengan peletakan batu pertama pembangunan pintu gerbang kawasan SMART Fisheries Village di Desa Poka – Kota Ambon yang peletakan batu pertamanya diwakili oleh Kepala Dinas Perikanan Kota Ambon, Kepala Dinas Pemberdayaan Desa Kota Ambon, Kepala Balai Pelatihan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa, Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Ambon dan Kepala Balai Pelatihan dan Penyuluhan Perikanan Kota Ambon yang disaksikan oleh seluruh peserta FGD.   

Baca Juga

Sosialisasi Gratifikasi dan Benturan Kepentingan (Conflict of Interest) kepada pihak Eksternal BPPP Ambon

Dalam upaya Pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas Dari Korupsi dan Wilayah Birokrasi Bersih Dan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *