Home » Berita » Seminar Proposal Kaji terap dengan tema Laju Pertumbuhan Pembesaran Lobster (Panulirus sp.) Pada Wadah Terkontrol Dengan Resirculating Aquaculture System (RAS) dan Pada Karamba Jaring Apung. 
Pemaparan proposal oleh instruktur bidang budidaya

Seminar Proposal Kaji terap dengan tema Laju Pertumbuhan Pembesaran Lobster (Panulirus sp.) Pada Wadah Terkontrol Dengan Resirculating Aquaculture System (RAS) dan Pada Karamba Jaring Apung. 

Ambon 05 April 2023, pada tahun 2023, KKP menempatkan program prioritas pengembangan perikanan budidaya untuk peningkatan ekspor, meliputi komoditas utama, seperti udang, lobster, kepiting, dan rumput laut, serta pengembangan kampung perikanan budidaya berbasis kearifan lokal. Dengan penetapan ini, lobster menjadi fokus garapan program prioritas Kementerian Kelautan dan Perikanan 2020-2024. Dari data Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), sentra budidaya lobster tersebar di Lombok, selatan Jawa, dan pantai barat Sumatera.

Pemaparan proposal oleh instruktur bidang budidaya

Tahun 2024, hasil budidaya lobster ditargetkan mencapai 7.220 ton. Namun, capaian produksi dari hasil budidaya lobster sepanjang 2021 tercatat baru 206,7 ton. Budidaya lobster masih menghadapi sejumlah kendala, antara lain kesulitan mendapatkan benih. Di sisi lain, penerapan teknologi budidaya lobster belum merata. Pembudidaya skala kecil masih dihadapkan pada keterbatasan teknologi dan kapasitas sumber daya manusia. Pemerintah sedang mengkaji metode budidaya lobster dan teknologi budidaya yang komperehensif dan cocok dengan kultur masyarakat Indonesia.

Demikian halnya BRSDM-KP melalui Puslatluh-KP terus menjalankan peran strategisnya dalam pembangunan perikanan, karena mempunyai tugas dan fungsi untuk menyelenggarakan proses alih informasi dan teknologi (tranfer knowledge) bagi pelaku utama beserta keluarganya serta anggota masyarakat lainnya melalui  Kaji Terap yang dilakukan di UPT teknis, seperti yang dilakukan saat ini di BPPP Ambon yaitu Laju Pertumbuhan  Pembesaran Udang Lobster (Panulirus sp) pada Wadah Terkontrol Dengan Resirculating Aquaculture System (RAS) dan Keramba Jaring Apung.

Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Ibu Kepala Pusat Pelatihan dan Penyuluhan Kelautan dan Perikanan Ibu Dr. Lilly Aprilya Pregiwati S.Pi, M.Si turut dihadiri juga dari Dinas Perikanan Kota Ambon, Perekayasa dari Balai Perikanan Budidaya Laut Ambon, Akademisi dari Universitas Pattimura dan Kelompok Pembudidaya Ikan Kota Ambon secara luring dan Perwakilan dari Satminkal Puslatluh KP dan Penyuluh Satminkal BPPP Ambon secara daring.

Kajiterap adalah kegiatan yang dilakukan oleh widyaiswara/instruktur untuk meningkatkan keterampilan, pengetahuan, melalui learning by doing, mengamati dan menganalisis ilmu pengetahuan dan teknologi yang bertujuan menghasilkan inovasi/tekologi untuk diterapkan dalam proses penyelenggaraan pelatihan.Kajiterap yang dilakukan di Lingkungan BRSDMKP bertujuan untuk meningkatkan serta mendorong tumbuhnya inovasi-inovasi baru dalam pembelajaran dan dalam upaya mengembangkan sikap lebih percaya diri pada widyaswara/instruktur dalam melaksanakan kegiatan belajar dan dapat digunakan serta diadopsi oleh pelaku utama/usaha perikanan.Materi kajiterap merupakan materi yang mendukung program prioritas Kementerian Kelautan dan Perikanan dan akan diimplementasikan sebagai materi pelatihan yang diperlukan oleh widyaiswara/instruktur untuk meningkatkan kompetensi kerja dan media untuk menyusun/memperbaiki modul/bahan ajar lainnya guna membantu di dalam proses pelatihan.

Dalam sambutanya Lilly berharap semoga melalui Worksop Kajiterap ini bukan saja menjadi ajang sharing knowledge dalam memperkaya ide dan gagasan pelatih sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi sehingga memperluas pandangan di dalam menguasai pengetahuan, keterampilan dan sikap akan tetapi melalui kajiterap ini BPPP Ambon dapat menjadi prime mover bagi penerapan inovasi dan teknologi di bidang perikanan pungkasnya.Masukan-masukan selama kegiatan berlangsung akan menjadi bahan perbaikan dan penyempurnaan dalam kegiatan budidaya ini yang rencananya akan dilaksanakan sampai dengan bulan November 2023 mendatang.

Baca Juga

Tolak Gratfikasi Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1445 Hijriyah/2024 M

Salam super sahabat #minamania pada tahu gak sih bahwa gratifikasi pada umumnya masih belum dipahami …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *