Home » Berita » Gali Potensi Perikanan Wakatobi Dengan Pelatihan Penanganan Tuna Menjadi Tuna Loin Berkualitas

Gali Potensi Perikanan Wakatobi Dengan Pelatihan Penanganan Tuna Menjadi Tuna Loin Berkualitas

Wakatobi

Apabila mendengar nama Wakatobi tentunya ingatan kita akan langsung membayangkan surga bawah laut yang sangat nyata, yang memiliki keindahan terumbu karang yang beraneka ragam. Tak salah julukan tersebut disandang oleh Kabupaten baru hasil pemekaran dari Kabupaten buton 10 tahun yang lalu. Terletak di antara segitiga karang dunia dan merupakan salah satu dari 50 taman nasional di Indonesia yang telah ditetapkan pada tahun 1996. Dengan total area 1,39 juta ha, menyangkut keanekaragaman hayati laut, skala dan kondisi karang yang menempati salah satu posisi prioritas tertinggi dari konservasi laut di Indonesia. Di taman ini terdapat panorama keindahan alam bawah laut yang memiliki 25 buah gugusan terumbu karang. Disamping keindahan yang disajikan oelh beraneka ragam terumbu karang, taman tersebut juga memiliki ragam spesies ikan. Sebanyak 93 jenis ikan konsumsi dan ikan hias diantaranya ada Ikan napoleon (Cheilinus undulatus), Kerapu bebek (Chromileptes altivelis), kerapu macan (Ephinepelus fuscoguttatus), Baronang (Siganus guttatus),Tuna sirip kuning (Thunnus albacares) berbagai jenis ikan pelagis dan karang lainnya serta lobster air laut dengan berbagai jenis dan ukuran ada serta jenis kuda laut mini/ pygmy seahorse (Hippocampus barbiganti) di dalam perairan tersebut. Bagi para wisatawan yang menyukai keindahan bawah laut dapat melakukan beberapa kegiatan di taman nasional Wakatobi, seperti menyelam, snorkling dan berenang. Pulau Hoga merupakan salah satu pulau yang termasuk di dalam gugusan kepulauan Wakatobi, disini kita dapat menjumpai shelter buatan tempat terumbu karang menempel yang terbuat dari bambu, mengingat memang kawasan ini merupakan tempat konservasi biota laut.

IMG_1809

Balai Pendidikan dan Pelatihan Perikanan (BPPP) Ambon merupakan salah satu Unit Pelaksana Teknis (UPT) Badan Pengembangan Sumberdaya Manusia Kelautan dan Perikanan maka tujuannya melaksanakan bimbingan teknis serta pelatihan teknis dan manajerial dibidang usaha perikanan, memantau kebutuhan pembentukan jaringan pengembangan tenaga teknis dan pengelolaan sarana pelatihan untuk menghasilkan, meningkatkan sumberdaya manusia yang berhasil guna dan berdaya guna. Wilayah kerja dari BPPP Ambon itu sendiri terdiri dari 5 Provinsi yaitu Provinsi Sulawesi Tenggara, Maluku, Maluku Utara, Papua dan Papua Barat. Banyak kegiatan Pelatihan Safari dan kerja sama dengan Pusat Pelatihan Mandiri Kelautan dan Perikanan (P2MKP) yang ada di Kabupaten Wakatobi. Baru-baru ini pada tanggal 27 s.d 30 November 2013 telah diadakan pelatihan di P2MKP Usaha Nelayan Pesisir Wakatobi angkatan XCVI dengan bidang penanganan tuna menjadi tuna loin berkualitas yang diikuti oleh 10 orang nelayan pancing tuna khususnya di daerah Mola Kecamatan Wangi-Wangi Selatan Kabupaten Wakatobi. Ketersediaan ikan tuna sirip kuning di perairan Wakatobi masih digolongkan sangat banyak sehingga apabila pada saat musim ikan tuna maka masyarakat hanya menangkap untuk konsumsi sehari-hari saja. Padahal dengan inovasi yang harusnya dapat dilakukan oleh para nelayan dapat meningkatkan nilai jual ikan tuna tersebut. Salah satu cara untuk menggali potensi perikanan yang tersedia yaitu dengan cara penanganan tuna menjadi tuna loin berkualitas standar perusahaan. Bayangkan saja untuk harga 1 ekor tuna sirip kuning berkisar antara Rp. 150.000 s.d Rp. 200.000 untuk berat 15 kg dipasaran, apabila diolah dengan cara di loin maka akan mendapatkan 4 buah loin siap jual dengan kisaran harga Rp. 70.000 s.d Rp. 80.000 / + 3 kg. keuntungan yang didapat berkisar Rp. 120.000 s.d Rp. 130.000 itu untuk 1 ekor ikan saja, dikalikan saja dengan jumlah ikan tuna yang tersedia dipasaran. Tak banyak masyarakat yang paham tentang teknik loin tuna yang baik dan benar, maka dari itu sangatlah tepat apabila pelatihan tersebut dilakukan pada masyarakat nelayan khususnya nelayan pancing tuna yang diharapkan dapat meningkatkan kapasitas pengetahuan, keterampilan dan sikap para nelayan pasca pelatihan sekaligus peningkatan kesejahteraan kehidupan sehingga bisa bersinergi dengan Visi dan Misi Kementerian Kelautan dan Perikanan saat ini. Harta karun hayati yang tak ternilai masih mengunggu untuk dikelola dengan arif dan bijaksana di Kabupaten Wakatobi Provinsi Sulawesi Tenggara.

 

 

Penulis : Moh. Arief hidayat A. Md

Instruktur Pelaksana Budidaya Perikanan BPPP Ambon

Baca Juga

Tolak Gratfikasi Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1445 Hijriyah/2024 M

Salam super sahabat #minamania pada tahu gak sih bahwa gratifikasi pada umumnya masih belum dipahami …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *