Home » Berita » Mengubah Gabus Predator Menjadi Sumber Pendapatan Penduduk Sekitar Danau Sentani

Mengubah Gabus Predator Menjadi Sumber Pendapatan Penduduk Sekitar Danau Sentani

Evisi Omista sedang MelatihSenin, 10 Maret 2014 di Kompleks BTN PUSKOPAD Jalur III nomor 9 Kec. Sentani Kab. Jayapura Provinsi Papua berlangsung Kegiatan Pelatihan P2MKP Sentani Foi Angkatan XXI periode 10 sampai dengan 13 Maret 2014. Kegiatan ini dihadiri oleh 20 orang peserta pelatihan, staf Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Jayapura serta para pelatih dari P2MKP Sentani Foi. Dalam pelatihan ini peserta berlatih membuat kerupuk ikan dari bahan ikan gastor Danau Sentani. Selain membuat kerupuk ikan, peserta juga membuat abon ikan. Semuanya berlangsung dengan baik melalui bimbingan para pelatih P2MKP Sentani Foi. Kegiatan yang berlangsung selama empat hari ini telah dilaksanakan dengan lancar sesuai rencana tanpa ada hambatan yang berarti. Hal ini terlaksana karena adanya koordinasi yang baik dan intensif antara panitia, pelatih, peserta dan pihak-pihak yang terkait. Sehingga seluruh kegiatan dapat terlaksana secara baik dan sukses. Kegiatan berlangsung dibawah pendampingan dua orang supervisor dari BPPP Ambon yakni Polly Christiaan dan Imelda Sikteubun.

Dari 20 (dua puluh) orang peserta pelatihan, seluruhnya dinyatakan berhak memperoleh Surat Tanda Tamat Pendidikan dan Pelatihan dan diharapkan peserta dapat mengaplikasikan keterampilan yang diperoleh pada kegiatan usaha pengolahan ikan yang dikelola di daerah asalnya.

P2MKP Sentani Foi yang merupakan Pemenang Gempita Tahun 2013 yang dilaksanakan oleh Badan Pengembangan SDM KP di Jakarta. P2MKP Sentani Foi yang didirikan oleh Evisi Omista adalah salah satu P2MKP yang berada di wilayah kerja BPPP Ambon, yang berkedudukan di Kecamatan Sentani, Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua. P2MKP ini ditetapkan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan melalui Keputusan Kepala Badan Pengembangan Sumberdaya Manusia Kelautan dan Perikanan tahun 2012, sebagai P2MKP yang bergerak di bidang pengolahan kerupuk ikan Danau Sentani dan abon ikan serta produk olahan ikan lainnya.

Praktek membuat krupukDanau Sentani selaku sumber bahan baku olahan Sentani Foi merupakan sebuah danau di Sentani dengan luas sekitar ± 9.360 Ha serta panjang danau 30 kilometer dan memiliki 21 pulau, 24 kampung dan dikelilingi oleh 4 Distrik yaitu : Distrik Sentani Timur, Sentani, Waibu dan Ebungfau. Kedalaman Danau Sentani rata – rata 24,3 m dan merupakan danau yang hidup kerena memiliki in let dan out let, artinya danau ini bukan merupakan danau mati, melainkan Danau Sentani memiliki pembuangan yang bermuara ke laut melalui Jaifury di ujung Kampung Puai di Timur Kabupaten Jayapura. Danau sentani diperkirakan memiliki potensi untuk dieksploitasi sebesar 8,922 ton/tahun, dimana terdapat sekitar 30 spesies ikan air tawar dan beberapa jenis diantaranya merupakan ikan endemic Danau yaitu antara lain :

  1. Ikan kandei (ikan getegete kecil)
  2. Ikan kaa hea (ikan getegete besar)
  3. Ikan kanseli (ikan Sembilan)
  4. Ikan snoggah (ikan lele asli)
  5. Ikan Oonooi (ikan halus)
  6. Neeghe (udang halus)
  7. Neeghe haboo (udang besar)
  8. Ikan heeuw
  9. Ikan heeuw haisai
  10. Ikan heeuw nangkoo
  11. Ikan raw heeuw (musiman, biasa hadir secara berkelompok)

Jenis ikan – ikan endemik Danau Sentani ini sangat jarang ditemukan dan terancam punah, hal ini dibuktikan dengan fakta bahwa masyarakat sulit menjaring ikan – ikan ini, bahkan yang lebih banyak dijaring adalah ikan Lohan (ikan kuning) dan ikan Gabus Toraja (gastor). Hal ini disebabkan karena lingkungan yang kotor dan dimangsa oleh ikan – ikan asing yang sengaja dimasukkan ke Danau Sentani (Sumber : DKP Kab. Jayapura)

Ada sembilan jenis ikan asing yang hidup di Danau Sentani yang menjadi predator atau pemangsa ikan – ikan endemic Danau Sentani yaitu :

  1. Ikan MujairIMG_0820
  2. Ikan Mas (ada dua warna)
  3. Ikan Nila
  4. Ikan Tawes
  5. Ikan Lohan (ikan kuning)
  6. Ikan Lele
  7. Ikan Gabus Toraja (Gastor)
  8. Ikan Gurame
  9. Ikan Tambakan

Ketersediaan bahan baku ikan Gabus Toraja (Gastor) yang cukup melimpah di Danau Sentani yang selama ini hanya dijual utuh oleh nelayan dan wanita nelayan di sekitar Danau Sentani. Hal ini menginspirasi Pengelola P2MKP Sentani Foi untuk berupaya menjadikan bahan baku tersebut bernilai jual tinggi. Usaha pengolahan ikan Gabus Toraja (Gastor) menjadi kerupuk ikan ternyata banyak diminati masyarakat Kota Sentani dan sekitarnya.

Berdasarkan pengalaman dan keberhasilannya di bidang pengolahan kerupuk ikan Danau Sentani dan abon ikan maka pengelola P2MKP Sentani Foi berupaya memberdayakan masyarakat melalui pelatihan pengolahan kerupuk ikan dan pembuatan pentolan ikan. Sentani Foi juga telah berhasil memasarkan produknya sampai pada pasaran hipermarket dan swalayan-swalayan di Kota Sentani dan sekitarnya.

Baca Juga

Tolak Gratfikasi Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1445 Hijriyah/2024 M

Salam super sahabat #minamania pada tahu gak sih bahwa gratifikasi pada umumnya masih belum dipahami …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *