Home » Berita » Kepala Pusat Pelatihan Kelautan dan Perikanan Menjadi Narasumber Pelatihan di BPPP Ambon

Kepala Pusat Pelatihan Kelautan dan Perikanan Menjadi Narasumber Pelatihan di BPPP Ambon

Kapus bersama Ka BalaiAmbon, 6 Agustus 2014, Kepala Pusat Pelatihan Kelautan dan Perikanan Ir. Balok Budiyanto, MM, menjadi Narasumber Pelatihan Dasar Fungsional Penyuluh Perikanan tingkat terampil di Balai Diklat Perikanan Ambon. Peserta pelatihan sangat antusias mengikuti materi yang disampaikan oleh Kapuslat-KP. Balok Budiyanto yang pada kesempatan itu didampingi oleh Kepala BPPP Ambon, Mathius Tiku, S.Pi, M.Si, menyampaikan bahwa Indonesia memiliki potensi kelautan dan perikanan yang terbesar di dunia. Kapuslat menganalogikan perjalanan dari Belgia ke London selama beberapa jam perjalanan sudah melewati beberapa negara, sedangkan perjalanan Aceh ke Medan juga memakan waktu enam jam tapi itu baru antar provinsi. Selain itu, Kapuslat juga menyampaikan bahwa penduduk Indonesia sama dengan separuh penduduk Uni Eropa. Artinya Indonesia memiliki sumberdaya perikanan dan sumberdaya manusia yang melimpah. Sebagai orang yang lama berkecimpung di Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap, Kapuslat KP menyampaikan bahwa di bagian timur Indonesia tepatnya di Samudera Fasifik terdapat upwelling, sehingga perairan disekitarnya sangat kaya, hal ini menyebabkan banyak investor dari China dan negara lain yang datang berinvestasi untuk penangkapan ikan seperti di Tual, Laut Aru, dan Merauke.

Balok Budiyanto juga menyampaikan bahwa Misi Kementerian Kelautan dan Perikanan adalah memelihara daya dukung lingkungan, sehingga untuk misi itu terdapat kebijakan konservasi untuk memelihara kelestarian sumberdaya alam. Kapuslat juga menyampaikan tentang program Kementerian Kelautan dan Perikanan yang terdiri atas minapolitan, industrialisasi, mPeserta menyimakaupun Blue Economy yang semuanya membutuhkan sumber daya manusia yang kompeten. Sedangkan kondisi SDM kita baik nelayan, pembudidaya, maupun pengolah, kemampuannya masih membutuhkan pembenahan dan pendampingan. Menurut Balok Budiyanto, di situlah peran penyuluh sebagai garda terdepan untuk membangun masyarakat. Menurutnya, tahun 2013 penyuluh menyumbang 20 triliun rupiah melalui pendampingan usaha ke masyarakat. Itu berarti penyuluh memberi sumbangan yang sangat besar bagi pembangunan ekonomi masyarakat. Oleh karenanya para penyuluh harus mendapat upaya pengembangan SDM penyuluh melalui kegiatan pelatihan, lanjut Kapuslat. Kapuslat juga menyampaikan bahwa jumlah penyuluh 12.202 orang yang terdiri dari 60% swadaya dan 20% penyuluh PNS dan jumlah itu masih jauh dari cukup jika dibandingkan dengan luas wilayah NKRI yang membutuhkan pendampingan. Kita memiliki 590.000 unit kapal, 99% di antaranya terdiri atas kapal di bawah 30 GT yang notabene membutuhkan pendampingan bagaimana melakukan penangkapan yang ramah lingkungan juga pendampingan untuk operasional alat tangkap dan lain-lain. Dengan demikian penyuluh perlu diberi latihan teknis agar mampu melakukan pendampingan.

Kapuslat KP pada kesempatan ini juga menyampaikan tentang MEA (Masyarakat Ekonomi Asean) yang akan berlangsung tahun 2015, yang sudah menjadi komitmen negara-negara di Asean terkait pertukaran tenaga kerja. Sebelum hal itu berlaku maka kita harus siapkan kompetensi tenaga kerja (SKKNI), aFoto Bersama Kapuslatgar bisa bersaing dengan para tenaga kerja dari luar. Syarat menghadapi MEA adalah standar kompetensi, dan untuk tujuan itu KKP sudah memiliki LSP (Lembaga Sertifikasi Profesi) KP dan juga Balai-Balai Diklat, serta Pusat Pelatihan Mandiri Kelautan dan Perikanan (P2MKP). Para penyuluh bisa masuk mengambil peran di P2MKP, atau menjadi pelaku P2MKP. P2MKP itu sendiri akan menjadi mata rantai indusrialisasi nasional.

Peserta pelatihan yang terdiri atas penyuluh perikanan terampil yang berasal dari beberapa kabupaten/kota di wilayah kerja BPPP Ambon memanfaatkan kesempatan pertemuan dengan Kapuslat KP ini dengan menyampaikan berbagai masalah yang mereka hadapi di lapangan pada saat menjalankan tugas sebagai penyuluh. Mendapat pertanyaan dan keluhan dari penyuluh, Kapuslat KP merasa senang karena dengan begitu bisa mengetahui kondisi di daerah. Kapuslat juga menambahkan bahwa kita perlu senantiasa belajar dan berusaha berubah dari kondisi yang ada. Pada akhir pertemuan, para peserta mengekspresikan kegembiraan bertemu dengan Kapuslat dengan meminta kesediaan Kapuslat untuk foto bersama dengan mereka.

Baca Juga

Tolak Gratfikasi Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1445 Hijriyah/2024 M

Salam super sahabat #minamania pada tahu gak sih bahwa gratifikasi pada umumnya masih belum dipahami …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *