Home » Berita » Mengembangkan SDM Masyarakat Bajo-Wakatobi, BPPP Ambon dan Piyuma Latih Penanganan Ikan Sunu

Mengembangkan SDM Masyarakat Bajo-Wakatobi, BPPP Ambon dan Piyuma Latih Penanganan Ikan Sunu

Memasukkan Kerapu ke plastikMola Selatan, Wakatobi 10 Oktober 2014, berlangsung kegiatan penanganan ikan kerapu sunu berkualitas pemasaran oleh P2MKP Piyuma Setia Mandiri bekerjasama dengan Balai Pendidikan dan Pelatihan Perikanan Ambon. Supervisor pelatihan dari BPPP Ambon, Agussalim, dalam pembukaan pelatihan mengajak masyarakat untuk melihat sisi positif pemerintah yang di antaranya terbukti melalui program kegiatan pengembangan kapasitas pengetahuan dan keterampilan masyarakat melalui kegiatan-kegiatan pelatihan. Dia juga menambahkan pentingnya tiga hal utama dalam membangun kemajuan masyarakat yakni pendidikan/pelatihan, internet sebagai media komunikasi, dan jejaring kerja untuk meningkatkan potensi pendapatan. Menurut Agussalim, ketiga hal tersebut sangat penting menjadi perhatian masyarakat apalagi mengingat bahwa dalam waktu dekat mau tidak mau masayarakat harus beradaptasi dengan masyarakat ekonomi Asean atau MEA.

Hj. Sitti Nurhayati atau akrab disapa Ibu Haji, selaku Ketua Pengelola P2MKP Piyuma Setia Mandiri Kabupaten Wakatobi menyatakan terimakasih yang dalam kepada BPPP Ambon yang memberikan perhatian kepada masyarakat Wakatobi dengan memfasilitasi pelaksanaan pelatihan di P2MKP Piyuma. Menurutnya alasan Piyuma berfokus pada penanganan ikan kerapu sunu adalah agar para nelayan paham dan mampu menerapkan pola penanganan yang standar sehingga produknya berupa ikan kerapu sunu hidup dapat diterima dipasar ekspor. Haji Nurhayati yang sudah 20 tahun membina nelayan juga memberi motivasi peserta bahwa dengan cara penanganan yang baik maka pendapatan masyarakat melalui kegiatan penangkapan ikan kerapu berpotensi Penanganan Kerapu Sunumembangun ekonomi masyarakat agar lebih meningkat.

Muhammad Nur dan Nanda yang bertindak selaku pelatih pada pelatihan ini memberikan materi seputar penanganan ikan kerapu sunu hidup berkualitas pemasaran. Dalam materinya mereka menyampaikan tentang penggunaan alat tangkap yang ramah lingkungan berupa pancing, serta menghindari penangkapan yang merusak lingkungan seperti potasium, bom, kompressor dan alat lain yang merusak. Wawasan konservasi juga diberikan bagi peserta agar selain memburu keuntungan ekonomis mereka juga ingat untuk melestarikan lingkungan. Kegiatan praktek berupa penanganan ikan kerapu sunu hidup dilakukan di atas kapal dan di keramba jaring apung.

Selain menjadi supervisor pelatihan, Agussalim juga memberikan materi suplemen buat peserta pelatihan berupa pemanfaatan internet untuk kewirausahaan perikanan. Dalam materi tersebut, dia menyampaikan bahwa saat ini setiap produk khas daerah bisa dipasarkan tidak saja di pasar lokal tetapi juga pasar luas melalui media online. Agussalim memacu semangat para nelayan untuk belajar internet yang bisa dilakukan melalui smartphone yang juga banyak dimiliki nelayan. Selain itu widyaiswara BPPP Ambon ini juga menyampaikan tentang pentingnya jiwa wirausaha dimiliki oleh setiap pelaku utama bidang perikanan, karena dengan pengetahuan wirausaha, maka produk yang dihasilkan oleh nelayan bisa dijual dengan nilai yang layak, selain itu pengetahuan wirausaha juga akan membangkitkan kreativitas dan inovasi usaha para nelayan untuk membuat diversifikasi produk hasil tangkapan atau budidaya mereka.

Foto bersama piyuma

Baca Juga

Tolak Gratfikasi Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1445 Hijriyah/2024 M

Salam super sahabat #minamania pada tahu gak sih bahwa gratifikasi pada umumnya masih belum dipahami …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *