Home » Berita » MERAUP UNTUNG DARI KREATIVITAS LIMBAH KULIT KERANG MUTIARA

MERAUP UNTUNG DARI KREATIVITAS LIMBAH KULIT KERANG MUTIARA

Suasana praktekRabu, 22 Oktober 2014 bertempat di bengkel sekaligus menjadi kantor pengelola P2MKP Sweet Hatukau Dusun Tahalua Desa Batu Merah Kec. Sirimau Kota Ambon diadakan kembali pembukaan kegiatan P2MKP angkatan CXXXII dan CXXXIII bidang kerajinan kerang yaitu kulit kerang mutiara (Pinctada maxima) periode 22 s.d 25 Oktober 2014. Diselenggarakan oleh P2MKP Sweet Hatukau yang kali ini dihadiri oleh Bapak Rushelan Sudharna A.Md selaku Supervisor angkatan CXXXII dan Bapak Moh. Arief Hidayat A.Md selaku Supervisor angkatan CXXXIII kegiatan ini berlangsung dengan lancar dikarenakan para peserta sangat antusias mengikuti pelatihan ini sampai selesai.

Model ikan cupangDalam sambuatannya ketua pengelola P2MKP Sweet Hatukau Bapak Hamdja Liem mengatakan bahwa usaha kerajianan kerang ini mudah sekali mendapatkan keuntungan. Untuk bahan baku berupa kulit kerang mutiara (biasa didapat dari perusahaan kerang mutiara air laut di Kab. Kepupaluan Aru tepatnya di daerah Dobo, ada juga dari Kota Kendari dan Kab. Buton Sulawesi Tenggara) bisa dibuat berbagai macam kerajinan kerang seperti bross, pajangan bentuk bunga, gambar alam, Ayat Kursi, dan berbagai macam bentuk lainnya. Misalkan ada pesanan untuk membuat sebuah gambar alam berupa gambar bawah air dengan aneka macam biota laut ukuran 70×30 cm dibutuhkan bahan baku sebanyak 700 gram, untuk 1 Kg kulit kerang berkualitas bagus didapat harga Rp. 100.000, untuk kebutuhan penunjang seperti kaca, pigura, pasir laut sebagai latar kira-kira menghabiskan Rp. 75.000, dengan begitu dalam pembuatan sebuah gambar dibutuhkan modal Rp. 175.000. Pengrajin bisa menjual gambar tersebut dengan harga berkisar Rp. 400.000. Jadi bisa dihitung keuntungan yang didapat sebesar Rp. 400.000 – 175.000 = Rp. 225.000. Itu saja keuntungan dari sebuah gambar bawah air, kita masih ada sisa 300 gram bahan baku kulit kerang mutiara bisa dijadikan beberapa bross dengan harga yang bervariasi mulai Rp. 3.000 – 5.000, demikian uraian Hamdja.

Hasil kreasi peserta pelatihanHamdja Liem juga menambahkan, asalkan kita mau berusaha dengan sungguh-sungguh dan membutuhkan kreativitas yang tinggi dalam pembuatan kerajinan kerang ini, maka tidak menutup kemungkinan apa yang dianggap orang lain merupakan bahan yang sudah tidak dipakai dan dibuang begitu saja bisa menjadi keuntungan yang besar bagi kita yang jeli melihat peluang tersebut sehingga kita bisa menambah penghasilan untuk keluarga.

 

Kontributor : Moh. Arief Hidayat

Baca Juga

Tolak Gratfikasi Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1445 Hijriyah/2024 M

Salam super sahabat #minamania pada tahu gak sih bahwa gratifikasi pada umumnya masih belum dipahami …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *