Home » Berita » Ujicoba Pelatihan Pengambilan Data Biofisik Bawah Air di Karimunjawa

Ujicoba Pelatihan Pengambilan Data Biofisik Bawah Air di Karimunjawa

Team Pengambilan DataSebuah even istimewa diselenggarakan oleh Coral Triangle Center (CTC), NGO yang mengurusi terumbu karang di Segitiga Karang Dunia. Even tersebut adalah Uji Coba Pelatihan Pengambilan Data Biofisik Bawah Air, yang dilakukan di Kepulauan Karimunjawa Jawa Tengah yang berlangsung dari tanggal 18 sampai 24 Oktober 2014. CTC merekrut peserta dari berbagai institusi di antaranya KP3K Pusat (Yusuf Ray), UPT KP3K di Pekanbaru (Yuwanda Ilham), Lampung (Ade), Banten (Pitro). Peserta juga ada yang berasal dari Balai Diklat Perikanan Ambon (Agussalim) dan Balai Diklat Perikanan Tegal (Irwan Suneth). Terdapat juga peserta dari universitas yakni Dosen dari Undip (Agus T) dan Udayana (Dodik). Peserta juga ada yang berasal dari pengelola Taman Nasional Karimunjawa (Endang Abdurrahman). Para pelatih adalah instruktur dari CTC yakni Andreas Muljadi dan Silvianita Timothius. Di tengah-tengah pelatihan berlangsung hadir pula Hesty Widodo yang merupakan salah seorang pejabat di jajaran CTC. Pelatihan ini juga terselenggara dengan baik berkat bantuan para mahasiswa selam dari Undip yakni Rizky, Andra, Ilham dan Yoel.

Hal yang paling istimewa di Karimunjawa adalah pemandangan lautnya yang sangat indah menawan. Keindahan itu terletak pada paduan gugusan pulau dengan pesisir yang berpasir putih, pohon-pohon cemara di pesisir, dan keanekaragaman karang yang sehat dengan kekayaan berbagai jenis ikan dan biota laut yang menjadi penghuninya. Jarak antar pulau-pulau yang berdekatan juga mendukung keindahan tersebut bisa dinikmati satu persatu. Karimunjawa juga terkenal dengan penangkaran hiu di Pulau Menjangan Besar. Keindahan Karimunjawa tidak bisa dilepas dari keindahan alam laut, sehingga mempertahankan eksistensi Karimunjawa adalah dengan mempertahankan kelangsungan hidup biota lautnya.

Pengambilan data biofisik bawah air dilakukan di beberapa tempat. Pengambilan data pertama di perairan Pulau Menjangan Kecil. Data yang diambil disana adalah data substrat (berbagai jenis karang), lamun dan ikan. Pengambilan data dilakukan dengan penyelaman dengan menggunakan metode PIT. Khusus untuk pengambilan data lamun digunakan metode quadrat transect. Dari hasil pengambilan data diperoleh keterangan bahwa kondisi biota perairan pada Menjangan Kecil cenderung masih sehat dan kondisi itu harus dipertahankan. Menjangan Kecil merupakan salah satu spot wisata Karimunjawa yang banyak didPara pengambil data bawah airatangi pengunjung untuk menyelam atau sekedar snorkeling. Salah satu wujud pengelolaan wisata berkelanjutan disana adalah tersedianya mooring buoy (pelampung tambat) sehingga kapal-kapal pengunjung tidak menurunkan jangkar untuk berlabuh sehingga tidak merusak karang.

Pengambilan data kedua dilakukan di sekitar terumbu karang Gosong Cemara di dekat Pulau Cemara Kecil, Karimunjawa. Di sini kapal terpaksa berlabuh jangkar karena belum adanya mooring buoy di sekitar tempat itu. Tidak adanya mooring buoy mungkin juga disebabkan karena tempat itu bukan merupakan pulau sehingga tidak terdapat daratan, hanya beberapa bongkahan batu karang yang menonjol ke permukaan saat air surut. Namun dari banyaknya pengunjung yang datang silih berganti maka sudah harus menjadi perhatian pengelola agar menempatkan mooring buoy sedikitnya 3 buah di tempat tersebut. Pengambilan data di tempat ini difokuskan pada data ikan dengan menggunakan PIT dan long swim sejauh 400 meter. Dari data yang diperoleh diketahui bahwa 3 ikan indikator yakni parrotfish atau kakatua, kulit pasir dan beronang masih banyak terdapat di Gosong Cemara. Keberadaan 3 spesies indikator utama ini menunjukkan masih sehatnya kondisi perairan. Pada data juga terlihat adanya ikan kerapu, lencam, clownfish serta cumi. Terdapat pula acantaster blanchii yang merupakan predator bagi karang sekitar dua spesies.

Hasil pengambilan data kemudian diolah melalui program mocrosoft excel agar diperoleh informasi yang bisa menjadi rekomendasi untuk ditindaklanjuti oleh pengelola KKP yakni pemerintah Karimunjawa. Dari hasi pengolahan data diperoleh rekomendasi berupa perlunya pendidikan konservasi bagi masyarakat Karimunjawa terutama bagi tour guide, dive operator dan semua yang terlibat dalam pengelolaan wisata Karimunjawa. Rekomendasi lainnya yakni perlunya pemasangan mooring buoy di spot-spot wisata termasuk Gosong Cemara dalam jumlah yang memadai. Rekomendasi yang perlu ditindaklanjuti juga adalah menetapkan persyaratan sertifikasi selam bagi pengunjung spot terumbu karang, minimal A1.

Pegambilan Data Bawah AirUjicoba pelatihan ini merupakan untuk yang pertama kalinya dilakukan oleh CTC. Hasil Ujicoba Pelatihan ini kemudian akan disampaikan kepada Pusat Pelatihan Kelautan dan Perikanan untuk dinilai dan selanjutnya diadopsi agar diterapkan pada balai-balai diklat lingkup Kementerian Kelautan dan Perikanan. Hal ini juga berarti bahwa ini merupakan kali pertama pendataan tentang kondisi daya dukung lingkungan yang dimiliki oleh Gosong Cemara dan bisa menjadi data dasar atau T0 untuk pengelolaan Gosong Cemara, dan menjadi acuan penilaian untuk monitoring dan evaluasi tentang kondisi Gosong Cemara. Dan mereka yang melakukan pengambilan data ini adalah Tim pertama yang melakukan pengambilan data bawah air di Karimunjawa. Harapan CTC dan para peserta, data ini bisa dimanfaatkan untuk pengelolaan Karimunjawa, dan kegiatan ini menjadi role model pengambilan data bawah air di seluruh tanah air. Semoga.

Kontributor: Agussalim (Salah satu anggota Tim dalam kegiatan ini)

 

Baca Juga

Tolak Gratfikasi Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1445 Hijriyah/2024 M

Salam super sahabat #minamania pada tahu gak sih bahwa gratifikasi pada umumnya masih belum dipahami …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *