Home » Berita » DKP Biak Numfor Menggunakan Pelatih BPPP Ambon
User comments

DKP Biak Numfor Menggunakan Pelatih BPPP Ambon

Terhitung empat hari, 28 September sampai 1 Oktober 2015, Dinas Kelautan dan Perikanan Biak Numfor melaksanakan Pelatihan Konservasi di Taman Wisata Perairan (TWP) Padaido Kabupaten Biak Numfor. Pelatihan tepatnya dilaksanakan di Desa Nusi Kecamatan Padaido. Peserta terdiri dari masyarakat dari beberapa Desa di Pulau Nusi dan Pulau Wundi.

Pelatihan yang mengusung tema Perikanan Berkelanjutan dengan menggunakan dana DPA DKP Biak Numfor ini menghadirkan pelatih konservasi dari Balai Pendidikan dan Pelatihan Perikanan Ambon sejumlah dua orang yakni Agussalim dan A.R. Sopaheluwakan. Pelatihan ini dikoordinir langsung oleh Kabid Pengawasan DKP Biak Numfor, Wempi Marwa, dan melibatkan tiga Kepala Seksi dalam jajarannya yakni Kepala Seksi Konservasi, Emi, Kepala Seksi Pengawasan Penangkapan, Neles, dan Kepala Seksi Sumberdaya Non Hayati, Ridwan. Selain itu, terdapat sejumlah staf DKP Biak Numfor yang ikut terlibat dalam menyukseskan kegiatan pelatihan ini.

Peserta pelatihan dilatih bagaimana strategi mengelola sumberdaya alam terutama sumberdaya perikanan agar berkelanjutan secara ekonomi, ekologi dan sosial budaya. Peserta diperkenalkan berbagai hal yang berpotensi mengakibatkan overfishing seperti cara penangkapan yang destruktif atau merusak seperti bom dan potasium, banyaknya tangkapan yang merupakan bycatch (non target), discard (buangan) maupun adanya ghost fishing berupa alat tangkap rusak yang dibuang ke laut oleh nelayan.

Peserta juga dilatih mempraktekkan cara merehabilitasi terumbu karang melalui pembuatan bioreeftek yang berbahan dasar semen dan batok kelapa. Setelah membuat media tumbuh karang tersebut, secara bersama-sama pelatih dan peserta melakukan peletakan bioreeftek di perairan Pulau Nusi Narusdi dan Nusi Babarek.

Baca Juga

Tolak Gratfikasi Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1445 Hijriyah/2024 M

Salam super sahabat #minamania pada tahu gak sih bahwa gratifikasi pada umumnya masih belum dipahami …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *