Home » Berita » Pembuatan dan Pengoperasian Gill Net di Bacan Hamahera Selatan

Pembuatan dan Pengoperasian Gill Net di Bacan Hamahera Selatan

Merakit gill Net 2Bacan, 28 Mei 2016, di pesisir pantai Labuha, Bacan, berlangsung praktek pembuatan alat tangkap gill net atau jaring insang. Kegiatan ini merupakan rangkaian pelatihan pembuatan dan pengoperasian alat tangkap gill net yang diselenggarakan oleh BPPP Ambon periode 26 sampai 31 Mei 2016. Sebelumnya para peserta pelatihan menerima materi teoritis tentang penangkapan ikan yang ramah lingkungan, yang menitikberatkan pada berbagai kategori keramahan lingkungan di antaranya selektivitas alat tangkap. Peserta juga dilatih hitungan untuk merakit gill net berupa hanging rate, panjang tali ris, jumlah pelampung yang dibutuhkan berdasarkan jarak antar pelampung, jumlah pemberat yang dibutuhkan berdasarkan perbandingan jumlah pelampung serta target operasi (dasar, pertengahan atau permukaan), serta jumlah mata antar pelampung dan antar pemberat. Selanjutnya peserta lalu membuat langsung alat tangkap gill net yang selektif dengan mesh size 3 inci (7,5 cm), di bawah bimbingan pelatih Agussalim, S.Pi, M.Si, dan Gerson Behuku, A.Md.

Sekolah lapangPelatihan ini terlaksana dengan baik atas dukungan Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Halmahera Selatan melalui keterlibatan Kepala Bidang PSHL, Ishak Hi. Abubakar, beserta stafnya. Pelatihan di daerah asal batu akik yang terkenal di tanah air ini, juga terlaksana atas kerja keras panitia dari BPPP Ambon, Bahar Fakoubun dan Murni Samin. Pelatihan dibuka secara resmi oleh Sekretaris Dinas Kelautan dan Perikanan Halmahera Selatan, Iwis Darma Ningkeula. Pada sambutannya dia menyampaikan apresiasi yang besar terhadap BPPP Ambon. Selain itu Iwis juga memberikan motivasi yang besar kepada peserta agar menjadikan kegiatan ini sebagai momentum untuk menyerap teknologi perikanan yang aplikatif untuk peningkatan ekonomi masyarakat nelayan khusunya di Bacan.

Materi oleh GersonMateri yang dilatihkan dalam pelatihan ini adalah penangkapan ikan yang ramah lingkungan; membuat alat tangkap gill net, mengoperasikan alat tangkap gill net, merawat alat tangkap gill net; penanganan ikan di atas kapal dan manajemen usaha penangkapan ikan. Keberhasilan pelatihan ini terlihat dari keberhasilan peserta membuat alat tangkap gill net sesuai dengan hanging rate yang sudah ditentukan pelatih, dengan menggunakan jumlah pelampung dan pemberat sesuai arahan pelatih pula. Bahkan alat tangkap gill net tersebut berhasil diselesaikan dalam waktu yang relatif cepat. Keberhasilan berikutnya terlihat pada operasi penangkapan ikan menggunakan gill net hasil rakitan peserta pelatihan. Dari operasi penangkapan ikan diperoleh hasil berupa beberapa jenis ikan pelagis yang tertangkap dengan alat tersebut seperti kembung, kuwe, baracuda, dan beberapa jenis ikan pemakan lumpur.

Pada acara penutupan pelatihan, Kabid PSHL DKP Kabupaten Halmahera Selatan, Ishak Hi. Abubakar, menyatakan apresiasi yang besar karena pelatihan ini berhasil membuat masyarakat nelayan yang notabene nelayan pancing berhasil merakit gill net dan mengoperasikannya sekaligus. Mewakili Kepala BPPP Ambon, Agussalim menyatakan bahwa tekhnologi penangkapan ikan berupa gill net merupakan salah satu alat yang bisa dimanfaatkan untuk pengelolaan sumberdaya perikanan, tetapi tetap harus mengedepankan aspek keberlanjutan sumberdaya. Selanjutnya Agussalim mengharapkan bahwa masyarakat nelayan bisa senantiasa berkomunikasi dengan stakeholder perikanan terutama Dinas Kelautan dan Perikanan Halmahera Selatan, agar dengan komunikasi yang terjalin bisa terbangun koordinasi yang baik sehingga banyak hal yang bisa dikerjasamakan dan dengan begitu diharapkan akan terbuka pintu-pintu rezeki untuk kesejahteraan bersama.

Baca Juga

Tolak Gratfikasi Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1445 Hijriyah/2024 M

Salam super sahabat #minamania pada tahu gak sih bahwa gratifikasi pada umumnya masih belum dipahami …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *