Home » Berita » Pembuatan Alat Tangkap Bubu di Serui Kepulauan Yapen

Pembuatan Alat Tangkap Bubu di Serui Kepulauan Yapen

Membuat mulut bubuRabu 15 Juni 2016, berlangsung praktek pembuatan alat tangkap bubu di Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Yapen, yang berlokasi di Kelapa Dua Desa Manaini, Yapen Selatan. Kegiatan ini merupakan rangkaian pelatihan Pembuatan dan Pengoperasian Alat Tangkap Bubu di Kepulauan Yapen yang dilaksanakan oleh BPPP Ambon, periode 13 sampai 18 Juni 2016. Peserta pelatihan yang terbagi dalam tiga kelompok membuat alat tangkap bubu sebanyak tiga unit dengan ukuran panjang 120 cm lebar 80 cm dan tinggi 45 cm yang berbentuk kotak. Pintu bubu bervariasi yakni kotak, dan bulat. Vunnel (mulut bagian dalam) bubu berbentuk oval dengan diameter 12/20 cm. Kegiatan praktek ini dipandu oleh pelatih Lexon H.J. Tinglioy dan Agussalim, dibantu panitia pelatihan Junaidi Santoso dan Murni Samin.

Pembuatan BubuSebelum melakukan kegiatan praktek, para peserta sudah dibekali dengan pengetahuan tentang pentingnya memperhatikan aspek keramahan lingkungan dalam membuat alat tangkap ikan. Menurut kriteria yang telah ditetapkan oleh FAO-PBB tentang Code of Conduct Responsible Fisheries (CCRF) terdapat 9 kriteria alat tangkap dikategorikan ramah lingkungan, diantaranya selektivitas alat tinggi, tidak merusak habitat dan biodiversity, by catch rendah dan diterima secara sosial. Bubu dianggap memenuhi kriteria keramahan lingkungan itu karena bersifat passif karena diam di perairan dan memerangkap ikan (trap), ikan hasil tangkapannya segar karena umunya masih hidup, tidak merusak alam (kecuali jika menggunakan karang sebagai pemberatnya), by catch bisa dilepaskan kembali sehingga tidak ada discards, tidak membahayakan nelayan, dan pembuatannya mudah dan murah. Bubu juga tidak melanggar aturan baik nasional maupun lokal dan hasilnya cukup menguntungkan.

Foto pembukaanMateri Herymateri Agus

Baca Juga

Tolak Gratfikasi Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1445 Hijriyah/2024 M

Salam super sahabat #minamania pada tahu gak sih bahwa gratifikasi pada umumnya masih belum dipahami …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *