Home » Berita » Orang Afrika Berlatih Alat Tangkap Ikan di BPPP Ambon

Orang Afrika Berlatih Alat Tangkap Ikan di BPPP Ambon

Rabu, 19 Juli 2017, merupakan hari ketiga  bagi sejumlah 14 orang Afrika berlatih tentang perikanan di Indonesia, tepatnya di Balai Pelatihan dan Penyuluhan Perikanan Ambon. Saat ini mereka berlatih tentang alat tangkap yang ramah terhadap lingkungan, yang memenuhi syarat FAO. Peserta pelatihan yang berasal dari 12 negara di Afrika tersebut berlatih bagaimana cara membuat dan mengoperasikan alat tangkap bubu dan jaring gill net millenium. Kedua jenis alat tersebut tergolong ramah lingkungan karena tidak merusak perairan dan biota-biota non target penangkapan. Materi pelatihan yang peserta terima berupa materi kelas tentang apa saja penangkapan ikan yang ramah lingkungan, membuat bubu (perangkap) dan handling on board yang disampaikan oleh Indra Cahya. Materi lainnya disampaikan oleh Agussalim yakni membuat jaring insang millenium, mengoperasikan jaring millenium dan mengoperasikan bubu.

Peserta sangat antusias dengan materi penangkapan ikan ini. Hal itu terlihat dari diskusi yang berlangsung pada saat materi kelas. Peserta dari Mauritania bahkan mempertanyakan tentang aspek hukum penggunaan mono phylament dan multyphilament di Indonesia. Sedangkan peserta dari Senegal mempersoalkan tentang aspek ghost fishing yang berasal dari jaring yang rusak yang ditinggalkan oleh nelayan di laut. Semua hal itu dibahas dengan baik dan tuntas oleh pelatih penangkapan ikan BPPP Ambon, sehingga peserta merasakan benar-benar mendapatkan pengetahuan yang berarti. Untuk diketahui bahwa sebagian peserta pelatihan berlatar belakang sebagai perumus kebijakan dan pelaku usaha perikana di negaranya sehingga sangat wajar jika pertanyaan sejenis itu dominan mewarnai diskusi dalam pelatihan, selain aspek teknisnya.

Setelah menerima materi dan berdiskusi di kelas dengan pelatih para peserta latihan lalu berlatih membuat alat di fishing gear BPPP Ambon, didampingi pelatih dan para instruktur penangkapan ikan yaitu Indra Cahya, Agussalim, Frans Louhenapessy, Fajar Ren-El, Matheis Talakua, Helmy Polnaya, Antono Yadi, Gerson Behuku, Sujud Tuanani dan pelatih lainnya. Setelah membuat alat, maka alat tangkap tersebut dioperasikan di perairan Teluk Ambon dengan menggunakan kapal latih KM. Cahaya Martha Alfons. Peserta merasa sangat senang dengan kegiatan ini dan merasakan manfaat yang bisa dibawa pulang dan diterapkan di negerinya.

Baca Juga

Tolak Gratfikasi Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1445 Hijriyah/2024 M

Salam super sahabat #minamania pada tahu gak sih bahwa gratifikasi pada umumnya masih belum dipahami …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *