Home » Berita » BPPP Ambon Membangun Budaya Ilmiah Melalui Seminar Kajiwidya

BPPP Ambon Membangun Budaya Ilmiah Melalui Seminar Kajiwidya

Budaya ilmiah tidak bisa serta merta terbentuk di sebuah institusi pendidikan atau pelatihan sekalipun jika tidak ada upaya yang serius untuk mewujudkannya. Hal itu disadari bersama oleh Pimpinan dan staf fungsional BPPP Ambon. Oleh karena itu, secara bersama-sama budaya ilmiah itu dibangun di BPPP Ambon melalui kegiatan seminar kajiwidya, yang sejak awal Juli 2018 ini mulai diselenggarakan lagi oleh BPPP Ambon. Kepala BPPP Ambon, yang merupakan motivator utama kegiatan ini selalu mendorong fungsional baik Widyaiswara maupun Instruktur yang jumlahnya sekitar 20 orang di BPPP Ambon, untuk melakukan kajiwidya dalam rangka pengembangan kapasitas dan memperkaya kompetensi para pelatih BPPP Ambon. “terlepas dari tidak adanya dukungan anggaran untuk kegiatan kajiwidya, kita tidak boleh berhenti dan jalan di tempat, kita harus terus maju dengan segenap daya yang kita punya, untuk kemajuan kita bersama”, demikian berulang-ulang disampaikan oleh Praatma Prihadi, di sela-sela membuka kegiatan seminar.

Senin 2 Juli 2018, kebiasaan yang sudah mulai dihidupkan lagi sejak 2017 lalu itu kembali disegarkan dengan menggelar seminar perdana yang mengetengahkan tentang inovasi teknologi biogass untuk mendukung industri pelaku utama dan pelaku usaha perikanan. Bertindak selaku seminaris pada hari itu adalah tim permesinan perikanan BPPP Ambon yang dikomandani oleh Polly Christiaan. Mereka menampilkan bagaimana inovasi teknologi mesin pengolah sampah organik bisa menghasilkan gas yang selanjutnya menghasilkan listrik yang bisa dimanfaatkan oleh pelaku utama dan pelaku usaha perikanan yang ujungnya diharapkan mampu mendukung pertumbuhan industi perikanan di tanah air. Pelaksanaan riset atau kajiwidya ini akan dilakukan di workshop  permesinan BPPP Ambon.

Pada hari yang sama, tim budidaya perairan tidak mau kalah, mereka juga menampilkan rencana penelitiannya terkait budidaya belut. Diharapkan hasil kajian ini akan menjawab kebutuhan akan permintaan belut yang sudah mulai terasa di Maluku yang notabene kaya akan hasil laut. Tujuan dari kajian ini yang utamam sebenarnya adalah meningkatkan kompetensi pelatih agar siap diterjunkan di lapangan untuk pelatihan budidaya belut. Tujuan kedua adalah tersedianya media pelatihan budidaya belut di balai, yang masih merupakan barang baru bagi BPPP Ambon karena wilayah timur dikenal masih didominasi perikanan laut. Dalam kegiatan seminar ini, sebagaimana seminar pada umunya, terjadi saling tukar pendapat, kritik dan saran, mewarnai jalannya seminar. Tentunya hal ini semakin menguatkan budaya ilmiah di Balai karena semua berlangsung dalam bingkai suasana ilmiah.

Seminar ini direncanakan berlangsung selama dua hari berturut-turut, yakni tanggal 2 dan 3 Juli 2018. Keseokan harinya, tim pengolahan hasil perikanan dan tim penangkapan ikan akan tampil tidak kalah menariknya dengan ide terobosan terbaru mereka di bidang masing-masing. Intinya, budaya ilmiah ini dibangun mulai dari seminar-seminar dalam kelas lalu dilanjutkan dengan kerja nyata pada workshop-workshop yang ada pada Balai.

 

Baca Juga

Tolak Gratfikasi Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1445 Hijriyah/2024 M

Salam super sahabat #minamania pada tahu gak sih bahwa gratifikasi pada umumnya masih belum dipahami …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *