Home » Berita » BPPP Ambon Menyelenggarakan Pelatihan Penanganan Ikan di atas Kapal di Kab. Maluku Tengah yang dibuka langsung oleh Anggota Komisi IV DPR RI Abdullah Tuasikal
Anggota Komisi IV DPR RI Abdullah Tuasikal menyapa langsung para peserta pelatihan di Desa Tial Kab. Maluku Tengah

BPPP Ambon Menyelenggarakan Pelatihan Penanganan Ikan di atas Kapal di Kab. Maluku Tengah yang dibuka langsung oleh Anggota Komisi IV DPR RI Abdullah Tuasikal

Kepala Balai Pelatihan dan Penyuluhan Perikanan Ambon  Abubakar dalam laporannya menyampaikan bahwa Perikanan merupakan sebuah sistem yang terdiri dari tiga komponen, yaitu produksi, penanganan dan pengolahan (handling and processing) serta pemasaran. Tahap akhir dari kegiatan perikanan adalah penanganan. Tahapan  awal penanganan hasil perikanan dilakukan di atas kapal perikanan pada saat proses penangkapan dan selanjutnya dilakukan pembongkaran hasil tangkapan di pelabuhan perikanan dan pelelangan di tempat pelelangan ikan. Permasalahan yang selalu dihadapi oleh nelayan setelah proses penangkapan adalah bagaimana cara menangani ikan sehingga ketika nelayan kembali ke fishing port hasil tangkapannya masih dalam keadan segar sehingga nilai jualnya pun tinggi. Kesegaran ikan yang baru saja mati berada dalam tingkat yang maksimum, artinya kesegaran ikan tidak bisa ditingkatkan, hanya dapat dipertahankan melalui penerapan prinsip penaganan yang baik dan benar, oleh karena itu sangat penting untuk meningkatkan pengetahuan, ketrampilan, dan sikap pelaku utama tentang cara penanganan ikan diatas kapal agar dapat mempertahankan mutu ikan segar.

Dalam penyampaiannya Kepala BRSDM KP I Nyoman Radiarta menegaskan Sumber Daya Ikan yang ada di Provinsi Maluku dengan 3 Wilayah Pengelolaan Perikanan (WPP 714, 715 dan 718 yang mencakup Laut Seram, Laut Banda, Laut Aru dan Laut Arafura) adalah 4,6 juta ton pertahun, dengan demikian potensi sumber daya ikan Maluku yang ada di 3 WPP sebesar 37 persen dari potensi Sumber Daya Ikan Nasional.  Oleh karena itu perlu mempersiapkan dan meningkatakan pengetahuan dan keterampilan para pelaku utama dan calon pelaku utama agar kompeten dalam mengelola dan memanfaatkan sumber daya perikanan tersebut sehingga produksi bisa ditingkatkan. Ditegaskan pula Jika proses penanganan dilakukan dengan baik maka dapat menjamin kualitas produk akhir sehingga aman sampai ke tangan konsumen. Melalui penanganan yang baik pula gizi ikan akan tetap terjaga. Dan untuk mewujudkan kondisi tersebut, dibutuhkan sinergitas mulai dari hulu hingga hilir.

Anggota Komisi IV DPR RI Abdullah Tuasikal menyapa langsung para peserta pelatihan di Desa Tial Kab. Maluku Tengah

Hal yang samapun dikemukakan Abdullah Tuasikal dalam sambutannya, beliau juga sangat mengaharapkan keseriusan para peserta dalam mengikuti pelatihan ini agar mendapatkan informasi, pengetahuan dan keterampilan tentang bagaimana cara penanganan ikan di atas kapal yang baik, sehingga dapat dilakukan secara profesional untuk meningkatkan nilai produksi perikanan dan juga pendapatan keluarga, tutup Tuasikal. (5/8/2022)

Baca Juga

Tolak Gratfikasi Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1445 Hijriyah/2024 M

Salam super sahabat #minamania pada tahu gak sih bahwa gratifikasi pada umumnya masih belum dipahami …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *