Home » KTI » Metode Penulisan Ilmiah

Metode Penulisan Ilmiah

OLEH : FRANS B.LOUHENAPESSY, S.Pi, M.Si

PENDAHULUAN

Visi

Penulisan Ilmia

Menulis merupakan suatu seni atau gaya seseorang dalam menuangkan ide, pemikiran, infornnasi, peristiwa sebagai gagasan maupun pola pikir kedalam suatu bentuk kalimat atau kata-kata. Kalimat atau kata-kata yang tertuang itu harus jelas, terarah, logis dan sistematis dengan menggunakan bahasa lndonesia yang baik dan benar.

Kejelasan dan ketajaman wawasan seorang penulis dalam menguak tabir rahasia alam maupun proses sosial untuk menjadi buah karya yang profesional, bemilai tinggi,segar dan menarik para pembaca, harus mempunyai ciri lugas, padat, langsung, obyektif, tidak berbelit-belit, akurat, bervariasi dan lengkap (Kabinawa, 1 998a).

Karya tulis sebagai suatu ungkapan atau ekspresi seseorang dimaksudkan untuk komunikasi dengan orang lain Agar maksud tersebut dapat tercapai, seorang penulis berusaha agar supaya lancar dan mudah diterima (Kabinawa, 1998b). Apabila ekspresi atau ungkapan itu dapat disampaikan melalui bahasa tulis, maka penulis tersebut harus memperhatikan persyaratan tersebut di atas. Apabila penulis menggunakan ungkapan, gunakan ungkapan yang sudah umum digunakan, bila menggunakan istilah gunakanlah istilah yang sesuai dengan maksud yang hendak disampaikan dan lebih penting istilah tersebut diketahui oleh para pembaca.

Karya tulis ilmiah harus mengandung kebenaran obyektif, yang didukung oleh data atau informasi yang telah teruji dengan data-data yang diambil telah memenuhi ketentuan yang dipersyaratkan, kemudian disajikan dengan menggunakan terminologi teknis yang bisa digunakan dalam bidang yang biersangkutan. Dengan demikian turisan itu hanya dapat diikuti dengan baik oleh mereka yang bergerak datam bidang-biding yang sama (Semi, 1995). Bidang-bidang yang dimaksud adalah konsumennya yaitu masyarakat ilmiah. Kelompok masyarakat itu pada umumnya memiriki cara berfikir yang kritis dengan argumeniasi irmiah dan mapan dengan pandangan yang relatif sama.

Selain karya tulis ilmiah terdapat pula karya turis semi ilmiah dan karya tulis ilmiah populer. Karya tulis ilmiah dapat dihasilkan oleh pernulis ahli seperti ilmuwan, para pakar/pengamat dibidangnya. Sedangkan karya tulis seni ilmiah dapat dihasilkan oleh penulis profesiona karya tulis ilmiah populer oleh ahli menulis. (Rifai,1989; Tantera, 1989) Ke tiga karya tulis tersebut harus

mengikuti:

  1. Kaidah ejaan seperti pemakaian huruf besar, tanda baca, penulisan kata atau istilah, penulisan angka dan lambang bilangan
  2. Kaidah penghematan pemakaian kata seperti dari dan dari pada, untuk, telah dan sudah, adalah dan ialah serta bentuk bentuk perulangan
  3. Kaidah pemakaian karimat sepertl struktur gramatika dan efektivitas
  4. Kaidah alinea atau paragraf seperti kesatuan, pengembangan, koherensi, lugas, tata cara penulisannya
  5. Kaidah catatan kaki seperti sumber buku, majalah, media, cetak lepas, istilah ibid, op.cit., loc.cit.
  6. Kaidah margin seperti margin kiri, kanan, atas dan bawah
  7. Kaidah penomeran halaman misalnya dengan angka arab seperti pada judul dan halaman selanltnya
  8. Kaidah jarak baris atau spasi, dua spasi bagi teks, catatan kaki dan daftar pustaka satu spasi
  9. Kaidah huruf miring seperti judul buku, nama majalah atau jurnal dan kata-kata asing, kutipan dan judul artikel.

Karya tulis yang dihasilkan, biasanya ditulis dalam kertas kuarto putih berukuran 8,5 inchi x 11 inchi dengan berat 60 – 80 gram buah karya yang dihasilkan harus memperhatikan etika karena tulisan yang dihasilkan dapat mencerminkan kepribadian seorang penulis. Petunjuk tentang etika menulis secara tertulis belum ada. Namun yang perlu disadari siapa penulis yang harus dicantumkan, siapa yang mempunyai inisiatif, mengambil dan mengangkat buah fikiran atau karya tulis tersebut, termasuk penulis utama maupun penulis pendampingnya.

Makalah Berupa Hasil Penelitian Sendiri

Hasil penelitan yang telah dianalisis datanya mengunakan parameter yang sesuai sebaiknya ditulis sebagai laporan ilmiah maupun dterbitkan dalam majalah ilmiah, buku ilmiah maupun diseminarkan atau dibawakan dalam lokakarya, temu karya dan sebagainya, baik itu di dalam negeri maupun forum luar negeri demikian juga jumal ilmiahnya. Makalah yang ditulis harus sesuai dengan model ierbitan ilmiah seperti:

Judul makalah, Nama penulis, lnstitusi penulis, Abstrak, pendahuluan, bahan dan cara kerja, Hasil dan pembahasan, Kesimpulan, ucapan terima kasih, daftar pustaka dan Lampiran (tabel, gambar, grafik), pada system atau type yang lainnya ada yang menyebutkan Bahan dan Metoda, hasil dipisahkan dengan pembahasan, tabel, gambar dan grafik dimasukkan ke dalam Hasil dan pembahasan atau dalam Pembahasan yang terpisah. Demikian juga terhadap Ucapan Terima kasih ada sebagian editor majalah tidak dicantumkan. Sesungguhnya kita dapat memilih salah satu dari model yang ada. Agar tulisan kita dapat diterima dan diterbitkan menjadi suatu karya ilmiah dalam suatu terbitan ilmiah seperti majalah ilmiah, jumal ilmiah buku ilmiah, prosiding, terbitan berkala maka sebaiknya kita mengikuti aturan main yang telah ditetapkan oleh editornya. Di samping sistem penulisannya, kualitas atau bobot keilmiahan dari pada tulisan tersebut sangat penting, karena kebenaran dan ketepatan dalam menggunakan metode ilmiah akan memberikan hasil yang valid dan akurat. Metode ilmiah merupakan roh dari pada penelitian. Artinya keberhasilan suatu penelitian sangat tergantung pada metoda yang digunakan dalam pengambilan atau pemilihan sampel, teknik sampling, piesii alatIang digunakan, hipotesis yang akan diuji kebenaran atau ketidak benarannya, system rancangan penelitian, sistem analisis dan interpretasi data yang diperoleh dan cara merumuskan kesimpulan dan atau teori. Semuanya itu tidak terlepas dari pada pelaksananya yaitu kualitas, kemampuan, daya nalar, wawasan, pengalaman, dedikasi, kejujuran dan ketekunan para penelitidan tim kerjanya.

 

Membuat Judul Tulisan Karya llmiah

Untu menarik pembaca berminat dan ingin mngetahui apa yang sesungguhnya tersembunyi di balik judul tersebut. Judul tulisan yang dibuat tidak terlalu panjang sehingga memberikan daya tarik yang kurang dan membuat pembaca malas membacanya. Judul yang pendek misalnya satu kata akan dapat membingungkan para pembaca sehingga image tulisan jadi kurang baik karena tidak berbunyi.

Untuk itu, disarankan menggunakan struktur gramatika bahasa lndonesia. Biasanya majalah atau jurnal ilmiah maupun edaran seminar mencantumkan kriteria judul tulisan, tidak boleh lebih dari 13 kata dan tidak kurang dari 3 kata. Agar memberikan kesan tertentu, judul ditulis dengan huruf lebih besar dan ditebalkan serta ditempatkan di tengah-tengah.

Di bawah judul tulisan biasanya diikuti oleh nama penulis dan dibawahnya diikuti oleh nama institusi penulis. Huruf yang digunakan untuk penulis dan institusi penulis adalah sama, lebih kecil dari pada huruf judul dan ditebalkan. Peletakan nama dan institusi penulis juga ditengah-tengah. Spasi yang igunakan satu dari judul tulisan ke nama penulis atau pengarang. Demikian juga antara nama penulis ke nama institusi penulis. Gelar atau titel yang miliki oleh penulis tidak boleh dicantumkan kecuali nama lengkap penulis seperti : first name, surname, and family name. Penulis karya ilmiah maupun karya tulis lainnya dapat lebih dari satu orang, yaitu dua sampai lima orang, tergantung dari kesepakatan.

 

Membuat Abstrak

Di dalam abstrak diuraikan secara ringkas isi dari pada tulisan ilmiah yang dibuat meliputi : latar belakang kenapa tulisan itu dibuat, maksud dan tujuan, permasalahan yang terjadi, hasil yang diperoleh, pemecahan misann dan. Narapai kedepan. Apstrak diketik dengan spasi tunggal, dibuat sebanyak 1/2 halaman. Pada umumnya digunakan dengan menyebut kata, misalnya minimal kata atau maksimal 400 kata. penempatan kata abstrak pada umumnya di tengah atau di pinggir kiri sesuai dengan gaya penulisan yang digunakan oleh editor. Huruf yang digunakan adalah huruf besar yang ditebalkan dengan ukuran yang sama dengan isi abstrak. Halaman pada abstrak dihindarkan lebih dari dua halaman kecuali abstrak yang diperluas menjadi ringkasan bisa dua halaman. Biasanya abstrak dibuat dalam dua bahasa yang nerbeia yaitu bahasa lnggris dan bahasa Indonesia. Akhir kalimat di tepi kanan harus rata, kecuali akhir dari pada suatu paragraf.

 

Membuat Pendahuluan

Pendahuluan biasanya berisi uraian tentang latar belakang atau alasan pemilihan pokok bahasan, ruang lingkup permasalahan yang akan diungkapkan, asumsi-asumsi yang mendasari tulisan ilmiah tersebut, tujuan penelitian dan hipotesis yanj digunakan. Tuliskan tujuan penelitian dengan cermat, padat dan jelas sehingga subyektivitas pelaksana sebagai orang yang terlibat langsung dalam pelaksanaan penelitian dapat ditiadakan.

Tujuan penelitian dapat dituliskan dengan satu kalimat atau dua kalimat yang mantap din saling terkait. Hipotesis merupakan rangkuman dari kesimpulan-kesimpulan teoritis yang diperoleh dari penelahaan daftar kepustakaan. Secara teknis hipoiesis dapat sebagai pernyataan populasi yang diuji kebenarannya secara empiris. Untuk itu, hipotesis idak boleh satu, karena hasil percobaan yang diperoleh apabila tidak sesuai dengan hipotesis yang telah ditetapkan maka hipotesis kita keliru. Dianjurkan untuk membuat hipotesis lebih dari satu masalah secara kritis dan logis sebelum membuat hipotesis melalui penelaahan kepustakaan. Untuk memudahkan para pembaca maka dibuat arahan dalam menentukan hipotesis sebagai berikut:

  1. Hipotesis sebaiknya merupakan dua variable yang saling berpengaruh atau beberapa variabel
  2. Nyatakan hipotesis dengan kalimat kausalita
  3. Kalimat yang digunakan harus jelas dan padat
  4. Dapat diuji kebenaran atau ketidak benarannya

secara empiris.

Perlu diketahui bahwa tidak semua penelitian ilmiah memiliki hipotesis. Misalnya penelitian yang bersifat deskriptif karena hanya bertujuan membuat deskripsi atau uraian singkat mengenai hal yang diteliti. Juga pada penelitan yang bersifat eksploratif. Kedua macam penelitian ini penekannya pada pengambilan data dasar sebagai awal bagi penelitian sesungguhnya. Artinya penelitian ini akan dapat memberikan arah kepada perumusan masalah hipotisis bagi penelitian selanjutnya.

 

Membuat Bahan dan Cara Kerja

Bahan :

Tuliskan dengan jelas obyek atau bahan yang akan diuji. Cantumkan data morfologik, karakteristik, cara pendekatan obyek, persyaratan obyek dan kondisi obyek. Bahan penelitian sangat erat kaitannya dengan alat bantu yang digunakan seperti peralatan optik, peralatan analitik maupun peralatan sintesis dan peralatan keras atau kasar bagi penelitian dilapangan.

Kualitas dan ketepatan alat yang digunakan serta petunjuk operasional alat obyek sangat menentukan kualitas data yang akan dikelola atau diobservasi. Untuk itu, kecermatan dan kepiawaiannya terhadap mencandra suatu obyek akan memberikan mutu terhadap langkah selanjutnya.

Cara Kerja

Kemampuan pelaksana dalam melakukan kegiatan pelaksanaan metoda penelitian sangat ditentukan oleh kemampuan pemahaman dan pengalaman pelaksana dalam kegiatan penelitian. Petunjuk, arahan protokol kerja yang jelas sangat menentukan hasil kerja dan ketelitian, kehati-hatian serta ketajaman fikiran akan berpengaruh besar terhadap suksesnya pelaksanaan kerja penelitian. Tuliskan dengan jelas dan sistematis tahapan atau urutan kegiatan yang digunakan dalam melakukan kegiatan analisis obyek. Cantumkan dengan jelas sumber acuan yang digunakan. Demikian juga terhadap metoda yang digunakan seperti : metoda wawancara, sistem angket, observasi dan teknik sampling (acak atau nonacak) serta rnetoda analisisnya seperti regresi linear, chi square, t-test, anova, binomial dan sebagainya.

 

Membuat Hasil dan Pembahasan

Sajikan data yang telah diolah, diseleksi berdasarkan validitasnya. Penyajian data dapat berupa tabel. grafik, matrik, diagram seperti bardiagram, stackle diagram dan pie diagram. Tuliskan dengan kalimat yang jelas atau diikuti denganpenyajian angka, prosen, derajat, satuan panjang, satuan luas, isi, satuan waktu, satuan berat atau gaya maupun satuan kecepatan. Sajian data tersebut di atas tidak terlepas dari hasil analisis dan uji statistika maupun non statistika sesuai dengan rancangan penelitian yang telah dibuat.

Hasil anlisis dan uji statistika biasanya dalam bentuk angka-angka yang diputuskan dengan tingkat kemaknaan pada taraf 1 – 50%. Cara ini dikenal dengan nama sistem konvensional. Cara lainnya dapat dilakukan dengan sistem mengembang yaitu tidak terikat dengan sistem konvensional. Misalnya penelitian bioteknologi modem seperti design engineering melalui sistem kloning misalnya cimera atau aplikasi sehari-hari yang dilihat di Rumah Sakit tertentu yaitu sistem Bayi Tabung. Atau penelitian sosial budaya seperti mengukur tingkat keyakinan seseorang terhadap agama atau adat yang dianutnya. Sistem penelitian ini tidak menggunakan kontrol dan persyaratan populasi dan ulangan sampel sehingga analisis konvensional tidak bias diterapakan. Biasanya data nonstatistika dianalisis dengan analisis tekstular atau analisis isi seperti pada penelitian deskriptif (Suryabrata, 1997). Untuk membuktikan adanya kemaknaan dilakukan pengujian dengan T-test, Perbedaan antara dua proporsi, Chi square test, four fold test, analisis regresi dan korelasi dan Anova (Analysis of Varians). Hasil analisis yang bersifat angka-angka perlu diinterpretasi dan diberi arti sehingga bias dibandingkan hipotesis penelitian, didiskusikan, dibahas lebih lanjut dengan hasil penelitian para peneliti atau para pakar lainnya. Kemampuan penulis dalam membahas dan mendiskusikan hasil penelitian yang diperoleh, merupakan wujud kecendekiaan dan ketajaman olah pikir dan penelitian maupun penulisan karya ilmiah.

 

Membuat Kesimpulan

Kesimpulan merupakan satu kesatuan yang utuh dari kerangka tulisan. Kesimpulan harus ditulis dengan kalimat yang tegas, padat, logis dan sistematis. Buatlah kesimpulan sebagai suatu cermin dari keseluruhan karya tulis. Tuliskan Secara berurutan sesuai dengan bobot, kriteria, sasaran dan jangkauan tiap kalimat yang disajikan sehingga menggambarkan secara utuh dan menyeluruh terhadap hasil kegiatan pelaksanaan penelitian yang diperoleh. Setiap kalimat dalam kesimpulan tidak boleh bersifat imaginer atau mengada-ada agar menyenangkan orang lain atau sesuai dengan pesanan pihak ketiga. Pola pikir yang rumit dan tidak loncat-loncat dalam menuangkan isi kesimpulan riset merupakan perwujudan dari kemampuan dan sekaligus pribadi penulis. Setiap kalimat dalam kesimpulan dapat diawali dengan angka yang berurutan atau tidak, karena aturan bakunya belum ada.

Membuat Daftar Pustaka

Daftar pustaka atau daftar acuan merupakan daftar atau list dari tulisan pakar baik dalam bentuk buku, jurnal, majalah, prosiding dan media cetak yang dipakai sebagai acuan atau pedoman maupun landasan dalam merencanakan, menyusun, melaksanakan kegiatan penelitian, mengolah hasil dan menyimpulkan kegiatan penelitian. Daftar pustaka dibuat dalam halaman terpisah, berspasi tunggal dan diurut secara alfabetis. Tata cara penulisan daftar pustaka sampai hari ini belum ada yang baku, kebanyakan ditentukan oleh buku, jurnal, majalah, prosiding itu sendiri dan tiap terbitan berbeda-beda, tergantung dari editornya. Daftar pustaka yang dicantgmkan, hanya yang diacu dalam tulisan dan diusahakan jangan sampai tidak terketik dalam daftar. Penyitiran daftar pustaka yang lazim dalam karya ilmiah bersifat langsung di akhir kalimat dengan cara: Nama pengarang diteruskan dengan tanda baca koma kemudian tahun penerbitan. Di awal dan di akhir kata tersebut diberikan tanda kurung pembuka dan penutup dan tanda baca titik. Apabila disitir di awal kalimat biasanya didahului dengan kata Menurut. Caranya adalah : Tulis nama pengarang setelah kata Menurut diikuti dengan tanda kurung buka lalu tahun penerbitan dan diakhiri dengan tanda kurung penutup dan diberi tanda koma seterusnya dilanjutkan dengan kalimat yang akan ditulis.

Cara mengacu daftar pustaka buku adalah sebagai

berikut:

  1. Penulisan nama pengarang adalah: Namakeluarga kalau ada diikuti tanda baca koma kemudian nama kecil dan diakhiri dengan tanda koma diteruskan dengan tahun terbit lalu tanda koma atau titik.
  2. Judul buku dengan diikuti tanda koma yang ditulis dengan huruf miring atau dengan garis bawah
  3. Catakan/edisi lalu jilid atau seri diteruskan dengan nama penerbit dan tempat terbit diakhiri dengan tanda titik.

Cara mengacu daftar pustaka jurnal adalah sebagai berikut:

  1. Penulisan nama pengarang sama dengan buku
  2. Judul makalah dengan diikuti tanda baca koma
  3. Nama majalah atau jurnal diikuti gtanda koma yang ditulis dengan huruf miring atau dengan garis bawah lalu volume diteruskan kurung buka lalu tahun terbit dan diikuti dengan kurung tutup. Setelah itu tanda koma dan tempat terbit lalu diikuti dengan tanda titik dua lalu nomor halaman dari makalah pada jurnal atau majalah.

Cara mengacu daftar pustaka perundang-undangan adalah sebagai berikut :

  1. Diawali dengan sebutan lndonesia atau nama negara lalu diikuti tanda koma
  2. Bentuk peraturan yang disitir lalu nomor dan tahun serta diikuti tentang hal yang diaturnya dengan digaris bawahi lalu diikuti tanda baca koma.
  3. Lembaran negara lalu tahun dan nomor serta nomor tambahan lembaran negara diikuti dengan titik.

 

Makalah Berupa Tinjauan, Gagasan atau Utasan llmiah

Makalah berupa tinjauan, gagasan dan ulasan ilmiah dalam teknik penulisannya tidak jauh berbeda dengan makalah tulis ilmiah hasil penelitian sendiri namun meliputi : Abstrak, Pendahuluan, lsi makalah, Kesimpulan dan Daftar pustaka. Kemampuan para penulis untuk menyitir berbagai pustaka dan menuangkan menjadi satu tulisan dalam bentuk tinjauan, gagasan dan ulasan ilmiah sangat ditentukan oleh keluasan wawasan, pengalaman di samping keberanian untuk mengembangkan kemampuan daya nalar dan kemampuan menulisnya. Semboyan “Tanpa kerja keras tidak akan berhasil”, Semboyan itu merupakan pemacuan kemampuan untuk tampil dan berani mengawali sesuatu yang mungkin menurut orang lain susah. Segala sesuatu tentu melalui pengorganisasian penyiapan telahaan kepustakaan dan pematangan ide-ide serta penajaman pada obyek yang akan dibahas melalui persiapan yang diatur sistematis dan korektif. Kesabaran, ketekunan dan keuletan dalam menggeluti obyek dan membuka diri untuk berkomunikasi dan berkonsultasi pada pakar akan memberikan masukan atau informasi baru dalam penajaman tinjauan, gagasan atau ulasan ilmiah yang akan dibuat. Pada tulisan tinjauan, gagasan atau ulasan ilmiah biasanya tidak ada kata Bahan dan Cara Kerja. Hasil dan Pembahsan seperti karya tulis ilmiah hasil penggalian sendiri.

lsi tulisan tinjauan lebih menekankan pada urutan prioritas yang ditonjolkan dan dibahas melalui penyitiran berbagai daftar kepustakaan. lsi tinjauan atau gagasan dan ulasan dapat berlembar-lembar mapun pendek tergantung dari koridor yang ditetapkan sehingga langkahnya jelas tiap paragraf ke paragraf berikutnya. Prioritas judul bahasan harus dibuat menarik sehingga membuat para pembaca ingin tahu lebih lanjut apa yang ditulis itu. Jangan lupa menulis merupakan suatu gaya atau curahan seni penulis sekaligus sebagai refleksi kematangan pribadi dan keluasan serta ketajaman si penulis.

Untuk itu tiap paragraph diatur sedemikian rupa agar kelihatan rapi, alurnya kalimat tiap paragraf teratur dan mudah diikuti, harus informatif sehingga para pembaca termotivasi lebih jauh karena memberikan kesegaran dan komunikatif. Apapun yang telah diuraikan di atas kesemuanya tidak terlepas dari pada kemampuan teknis para penulis dan kemampuan nonverbal serta variasi kata dan akronim atau ungkapan yang ditempatkan secara tepat dan proporsional. Judul dari pokok bahasan dalam isi makalah sebaiknya tidak satu sehingga menggambarkan seakan-akan penulis tidak memiliki banyak pengalaman, keluasan wawasan , kemampuan dalam penelahaan masalah secara terpadu dan komprehensif. Untuk itu, sebaiknya judul bahasan dalam isi atau teks makalah sebaiknya antara tiga sampai lima atau tujuh bahkan lebih. Hal tersebut mencerminkan kemampuan dan kemahiran penulis dalam memformulasikan pola pikir dan mentransformasikan berbagai daftar pustaka maupun kendala atau permasalahan yang diungkap berspektrum luas, tajam, akurat, terpercaya dan terkendali.

Pada karya ilmiah tinjauan, gagasan dan ulasan . ilmiah biasanya memuat catatan kaki sebagai wujud obyektivitas dan penghargaan pada penulisnya.

Tata cara pengutipan literatur ada tiga:

  1. Mengutip secara keseluruhan, tanpa mengubah kalimat atau teks aslinya
  2. Mengutip sebagian tertentu yang dianggap penting dengan mengambil inti sarinya
  3. Mengutip dalam bentuk kalimat sendiri tanpa merubah pengertian sebagai acuan

 

Penulisan catatan kaki berpengan pada hal-hal sebagai berikut :

  1. Ditulis pada bagian bawah setelah akhir konsep pada halaman tersebut
  2. Dengan catatan kode yang berupa angka urut dalam halaman yang bersangkutan
  3. Ditulis dengan diawali pemberian nomor angka. Pemberian nomor dapat diurut terus sampai terakhir atau dalam setiap bab selalu diawali dengan angka satu
  4. Garis catatan kaki dibuat 3 spasi dari akhir garis memanjang sebagai pemisah dengan konsep.
  5. Catatan kaki dibuat dalam jarak 1 spasi dalam halaman Jang sama, dengan jarak antar catatan kaki dua spasi.
  6. Penulisan catatan kaki diawali dengan angka dimulai dengan tujuh ketukan (Subagyo, 1997)

Tata cara penulisan catatan kaki adalah :

Nama pengarang (tidak dibalik) lalu judul buku diikuti tanda koma terus tanda kurung buka lalu tempat terbit dikuti dengan tanda titik dua lalu nama penerbit dan tahun terbit kemudian diakhiri dengan tanda kurung tutup terus koma selanjutnya cetakan atau jilid lalu koma dan halaman. Apabila dipakai sumber yang sama persis berurut dengan nomor di atasnya cukup menggunakan kata lbid. Apabila nama pengarangnya sama dengan judul tulisan berbeda maka penyitiran dilakukan sebagaimana manurut tata cara penulisan catatan kaki. Apabila sumber penulisan mau diulang kembali namun sudah diselingi dengan sumber lainnya, maka penulisan dengan Op.cit. dengan catatan halaman yang diacu berbeda. Apabila seperti di atas namun dalam halaman yang sama maka ditulis Loc.cit.

Laporan Teknis lntern

Tata cara menulis model Karya tulis ilmiah ini tidak jauh berbeda dengan karya tulis ilmiah hasil penelitan sendiri. Laporan ini disajikan untuk kalangan terdikumpulkans seperti di lingkungan para peneliti pada suatu institusi atau pertukaran informasi iptek antar institusi melalui pertukaran antar perpustakaan. Biasanya dibuat triwulanan, enam bulanan dan satu tahun kegiatan penelitan sebagai progres riset tahunan peneliti dilingkungan suatu unit penelitian.

Di samping itu, para mahasiswa, cerdik cendekia, pengamat atau yang berkepentingan juga memanfaatkan laporan teknis tersebut sebagai daftar kepustakaan untuk mendapatkan statusperkembangan’ipteknya terutama beikaitan dengan metodologi yang digunakan serta sistem analisis data dan hasil-hasil yang diperoleh. Gaya atau model penyajiannya tergantung pada institusi yang terkait. Gaya penulisannya ada yang mengikuii seperti yang telah dipersyaratkan layaknya suatu makalah yang siap diterbitkan.

Misalnya: Abstrak, pendahuluan, Bahan dan Cara kerja, Hasil dan Pembahasan, Kesimpulan dan Daftar pustaka. Di lain institusi dengan model Bahan dan Cara Kerya dipisah antara Bahan, Cara Kerja atau ada yang menyebut Metoda. Demikian juga antara Hasil dan Pembahasan menjadi Hasil, Pembahasan. Namun tidak jarang sebagian lainnya menuliskan dengan menyebutkan sedikit berbeda dalam teksnya adalah: Diawali dengan judul laporan di bawahnya diikuti dengan nama penulis dan di bawahnya diketik nama institusi dan alamat penulis selanjutnya diikuti oleh:

Bab I Meliputi bab pendahuluan, mengandung uraian latar belakang, alasan pemilihan pokok bahasan,tujuan,asumsi-asumsi, metode penelitian, hipotesis dan hambatan- hambatan yang ditemui selama penelitian

Bab ll Landasanteori atau Kepustakaan. Pada bagian ini memuat sfafus of the ad dari ilmu yang dipelajari seperti apa dan sejauh mana.

Bab lll Keadaan umum obyek penelitian meliputi sejarah obyek, struktur atau organisasi obyek, lokasi obyek dan sarana prasarana penelitian.

Bab lV Analisis masalah meliputi jenis dan macam analisis data yang digunakan.

Bab V Pembahasan mengandung interpretasi data, membandingkan hasil yang diperoleh derigan hasil peneliti sebelumnya agar tampak kemaknaannya.

Bab Vl Penutup meliputi Kesimpulan dan Saran Daftar Kepustakaan Lampiran-lampiran yang berisi tabel, grafik, gambar, Surat Keputusan, surat izin, peraturan- peraturan dan lain-lain.

 

Makalah llmiah Populer

Tulisan ilmiah populer pada umumnya memiliki sprektrum pembaca yang sangat luas dengan tingkat kemampuan daya cerna pembaca sangat bervariasi. Artinya tulisan ilmiah populer ini harus dapat dipahami dari masyarakat pembaca awam sampai masyarakat ilmiah. Untuk itu gramatika dan penggunaan tata bahasa penulisannya harus sederhana, mudah dimengerti dan dipahami maksud dan tujuan dari tulisan tersebut.

Sebaiknya tidak menggunakan istilah atau terminologi teknis yang hanya dimengerti dan dipahami oleh kalangan tertentu seperti cerdik cendekia. Model atau gaya penulisan bebas disesuaikan dengan permintaan atau persyaratan yang telah ditetapkan oleh dewan redaktur atau editomya. Banyaknya kata maksimal atau jumlah halaman ditentukan sekitar 2 halaman dan masalah yang ditampilkan harus yang bersifat aktual dan sifatnya

menyebarluaskan informasi atau kemajuan iptek tertentu kepada masyarakat luas. Karya tulis ilmiah populer secara tidak langsung dapat merupakan suatu wujud pembelajaran terhadap masyarakat berkaitan dengan perkembangan dan memanfaatan iptek. Ini merupakan salah satu wujud dari pemasyarakatan iptek sesuai dengan kaedahnya.

Gaya atau seni penulisannya harus mampu berkomunikasi dengan berbagai lapisan mesyarakat pembaca, segar, informatif dan membangkitkan keingintahuan yang lebih jauh sehingga betul-betul memberi manfaat dan efektif. Judul tulisan ilmiah populer harus menarik minat orang untuk membaca namun tidak bersifat agitatif, menyerang pribadi seseorang, sara dan melanggar etika. Untuk itu, wawasan, pengalaman, dan kesediaan untuk mengasah diri atau kemampuan, menghargai pendapat atau tulisan orang lain merupakan suatu syarat bagi penulis karena hasil tulisan tersebut merupakan refleksi dari pribadi dan kemampuan olah pikir, kedalaman pandangan dan kearifan penulis tersebut.

 

PENUTUP

KESIMPULAN

Sistem penulisan karya ilmiah yang professional bercirikan lugas, padat, langsung, obyektif, faktual, tidak bebelit-belit, akurat, terpercaya, bervariasi, lengkap dan komunikatif. Artinya ia harus mengikuti kaidah ejaan, kaidah penghematan pemakaian kata, kaidah struktur gramatika, kaidah alinea, kaidah catatan kaki, kaidah margin, kaidah penomoran halaman, kaidah jarak baris atau spasi, kaidah daftar pustaka dan kaidah hurup miring dan kaidah tanda baca.

 

 

DAFTAR PUSTAKA

Basalamah, Anias S.M 1997. Metoda Riset Untuk Mahasiswa Bisnis, Usaha Kami, Depok

Kabinawa, I Nyoman K, 1996. Peranan Peneliti ke Deputian IPA-LIPI Dalam Rangka Menunjang Keberhasilan IPTEK di Indonesia, Tesis Pasca Sarjana Manajemen, Sekolah Tinggi Manajemen LABORA, Jakarta 117

Semi Atar M. 1995. Teknik Penulisan Berita Feature dan Artikel, Edisi Ke-1 Mugantara, Bandung

Suryasubrata S, 1997. Metodologi Penelitian, PT Raja Grafindo Persada, Jakarta

Tjokronegoro, A, 1986. Segi Etika Dalam Penulisan Makalah Ilmiah, Medika 12 (12)

 

 

Baca Juga

MEMBANGUN KETANGGUHAN MASYARAKAT MENGHADAPI DAMPAK PERUBAHAN IKLIM DI MALUKU

Oleh : Agussalim (Trainer dan Penggerak Konservasi Kawasan Timur Indonesia) I. Mengenal Maluku Dan Prediksi …

One comment

  1. desiabidincare@gmail.com'

    keren website nya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *